oleh

Ananta Wahana: Kader PDIP Harus Menjadi Mata, Otot, dan Otak Partai

Pendidikan Kader Pratama oleh DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

DALAM cerita pewayangan, Gatotkaca dimasukkan ke dalan Kawah Candradimuka. Setelah ia keluar dari Kawah Candradimuka, menjadi manusia yang sempurna, hebat, dan kuat. Bahkan ‘berotot kawat bertulang besi’. Demikian kalimat yang muncul dari Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Ananta Wahana, saat membuka Pendidikan Kader Pratama Angkatan I tahun 2017, oleh DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di Hotel Fiducia Serpong, Jumat (8/12).

Ananta juga mengatakan, istilah Kawah Candradimuka yang membuat tokoh Gatotkaca menjadi manusia yang luar biasa ini, sebagai gambaran terhadap para siswa peserta Pendidikan Kader Madya PDI Perjuangan, agar menjadi kader yang handal dan bisa menjawab persoalan-persoalan di masyarakat setelah lulus dalam kegiatan tersebut.

“Seorang kader harus bisa menjadi matanya partai, ototnya partai, dan otaknya partai. Tanpa kader partai ibarat orang buta, atau orang yang melangkah dalam kegelapan. Tanpa kader partai kehilangan otot penggerak, kehilangan kekuatan dinamis, dan kehilangan daya cengkeramnya. Tanpa kader partai akan terlepas dari ideologi dan teori perjuangan yang menyatu dengan
rakyat,” paparnya.

Untuk itu, menurut Ananta, pendidikan kader ini menjadi sangat penting untuk kelangsungan dan masa depan partai. Selain itu, kaderisasi partai ini merupakan sebuah kewajiban, yang imasukkan dalam AD/ART PDI Perjuangan tahun 2015. Kader partai di PDI Perjuangan ini meliputi kader pratama, kader madya, dan kader utama.

Setelah lulus dalam Pendidikan Kader ini, lanjut Ananta, nantinya akan menjadi kebutuhan anggota partai itu sendiri. Karena, selain telah dibekali berbagai materi, baik yang berhubungan dengan ideologi; yaitu Pancasila sebagai dasar negara, ideologi,dan azas partai, juga diuji untuk terjun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapai oleh
masyarakat.

“Setelah lulus dari tempat ini, para kader pratama ini harus bisa menyelesaikan semua persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Jadi, tidak ada lagi bicara soal intoleransi, tidak ada lagi bicara soal eksploitasi, atau mungkin penistaan. Karena semua dituntut untuk mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan yang nyata,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang, ini juga menjadi persyaratan untuk bisa mencalonkan diri sebagai calon legislatif (Caleg), yaitu Caleg di tingkat kabupaten harus sudah lulus sebagai kader pratama, caleg di tingkat provinsi harus lulus kader madya, dan caleg DPR RI harus lulus kader utama.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerangsel, U. Hari Gagarin menambahkan, ini adalah kali pertama DPC PDI Perjuangan Tangsel menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Kader Pratama. Kagiatan ini, kata Heri, diikuti oleh 120 kader, baik dari tingkat ranting, PAC, DPC, maupun sayap partai.

“Ini adalah wadah untuk menempa diri, apalagi menghadapi Pemilu, kita ditempa untuk bisa berbuat untuk rakyat. Seluruh peserta harus mengikuti aturan, baik di dalam kelas maupun ketika harus diterjunkan ke masyarakat. Nantinya, sertifikat akan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan,” tandasnya.

Hatmoko Widi

Baca juga:

  1. Seni Budaya Tradisional Harus ‘Digeber’ dan ‘Diviralkan’
  2. HUT Kabupaten Tangerang ke-74 Mengusung Konsep Religi dan Kegiatan Zaman ‘Now’
  3. Aetra Tangerang Bagikan Puluhan Hadiah untuk Apresiasi Pelanggan

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update