oleh

Korban Pedofilia di Tangerang Bertambah Jadi 41 Orang, Begini Desakan KPAI 

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Putu Elvina. (ISTIMEWA)

DENGAN dibukanya posko pengaduan korban WS alias Babeh (49), pelaku sodomo anak-anak di bawah umur oleh Polresta Tangerang korban yang sebelumnya hanya 25 orang, kini menjadi 41 orang. Dalam hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak agar pemulihan pasca kejadian harus lebih diutamakan terhadap para korban. Pemulihan tersebut untuk menghilangkan trauma terhadap korban kedepannya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Putu Elvina, menerangkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para korban. Dari pertemuan tersebut ia membeberkan bahwa masih ada korban yang yang mengalami trauma yang mendalam.

“Yang paling jadi perioritas kita ialah, pemulihan pasca kasus ini terjadi, dan kami akan terus memantau trauma healing yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terhadap para korban,” ujar Putu Elvina, Jumat 5 Januari 2018.

BACA: Ditinggal Isteri Jadi TKW, Pria Ini Sodomi 25 Anak di Bawah Umur

Putu melanjutkan, diprioritaskannya pemulihan pasca kasus terhadap para korban, karena mayoritas para korban merupakan masih sebagi pelajar. Jadi, kata Putu, tidak menutup kemungkinan kedepannya adanya ‘buliying’ yang dilakukan oleh para teman-teman korban.

“Korban pun mempunyai katakutan akan ‘buliying’ yang akan dilakukan oleh para teman-temannya kepada dirinya, dengan demikian, kami akan prioritaskan hingga hal tersebut,” tegasnya.

Peran orang tua dalam mencegah hal ini terjadi terhadap anak juga sangat sangat penting. Untuk itu,menurut Putu, para orang tua diwajibkan untuk memberikan pemahaman terhadap anaknya agar tidak mudah percaya dengan orang asing, dan lebih menjaga diri dan tubuhnya akan ancaman kasus ini.

“Kami minta kepada pihak Kepolisian agat menghukum pelaku dengan UU Perlindungan Anak dan ditambah lagi dengan hukiman pidana yang lain,” harapnya.

BACA: 5 Kisah Memperihatinkan yang Pernah Dialami Yon Koeswoyo

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, menambahkan, pihaknya tidak hanya mendorong hukuman terhadap pelaku saja. Dan yang tidak kalah penting, kata pria yang akrab dipanggil Ka Seto tersebut, ialah penanganan terhadap korban yang harus dikedepankan.

“Untuk di luar Negeri saja ada anggaran perorang untuk korban pedofilian sebesar 100 dolar untuk menghilangkan trauma terhadap korban, namun untuk di Indonesia sendiri kita masih belum tahu,” paparnya.

Ia berharap agar kedepan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang beserta masyarakatnya lebih peduli lagi akan kasus yang menimpa anak, dan secepatnya Pemkab Tangerang membentuk tim Satgas peduli anak.

“Agar kedepannya Pemkab Tangerang membentuk tim Satgas peduli anak seperti yang sudah dibentuk oleh Pemerintah Kota Tangerang Seletan,” imbuhnya.

Tak lupa juga ia beserta KPAI mengapresiasi kinerja Polresta Tangerang dengan cepat menindak lanjuti kasus ini. “Ini menunjukan kita semakib kuat dalam menangani kasus yang menimpa anak, yang mana masyarakat memberanikan diri untuk melapor dan perannya media pun dalam mengekspos kasus ini, karena kebersamaan masyarakar sangat pentinng untuk mencegah agar kasus ini tak terulang lagi dikemudian hari,” tandasnya.

Hatmoko Widi

Baca juga:

  1. 5 Kisah Memperihatinkan yang Pernah Dialami Yon Koeswoyo
  2. Musisi Legendaris Yon Koeswoyo Tutup Usia
  3. Ditinggal Isteri Jadi TKW, Pria Ini Sodomi 25 Anak di Bawah Umur

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update