oleh

Mayat Bayi Terbungkus Plastik Gegerkan Penumpang Pesawat

Kapolresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kombes Pol Akhmad Yosep Gunawanmenunjukkan foto mayat bayi malang yang ditemukan di tong sampah, di belakang pesawat.

PENEMUAN sesosok jenazah bayi menggegerkan penumpang pesawat maskapai Etihad pada Minggu 7 Januari 2018. Jenazah tersebut terbungkus plastik dan berada di tong sampah bagian belakang pesawat.

Kapolresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kombes Pol Akhmad Yosep Gunawan mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari pihak maskapai Etihad atas penemuan Jenazah Bayi di dalam pesawat. Dari informasi tersebut pihaknya segera melakukan pengecekan.

“Kita melakukan kordinasi dengan KKP dibantu pihak maskapai, langsung mengecek TKP. Di TKP kami menemukan bercak darah dan di dalam tong sampah bagian belakang pesawat jenazah bayi terbungkus plastik,” ujarnya.

Jenazah dalam kondisi masih utuh berikut dengan tali pusar dan ari-ari yang masih menyangkut ditemukan sudah meninggal dunia. Selanjutnya dikirim ke KKP dan segera dirujuk ke RS Kramat Jati. Saat ini, polisi sudah mengamankan wanita berinisial Miss H, yang diduga sebagai pemilik dan pembuang bayi malang tersebut.

BACA: 5 Kisah Memperihatinkan yang Pernah Dialami Yon Koeswoyo

“Data dan informasi yang ada dilapangan kami dapat bahwa yang bersangkutan berangkat ke Arab sebagai TKI tidak bersama suami. Ada kemungkinan potensi yang disampaikan bahwa ini adalah hasil dari hubungan gelap, namun ini kita akan dalami dengan pihak yang mana,” katanya.

Terduga Miss H belum bisa dilakukan pemeriksaan meskipun sekarang sedang dalam perawatan di pihak Kesehatan Pelabuhan Bandara. Lantaran kondisinya masih lemah.

“Nanti kita akan dalami, dan bahkan untuk yang bersangkutan kita terapkan berbagai pasal tergantung apa yang dipenuhi,” tukasnya.

Pasal yang disangkakan terhadap Miss H yakni undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun, undang-undang kesehatan dengan ancaman 10 tahun dan undang-undang KUHP dengan ancaman 4 bulan. Terkait dengan membuang jenazah terduga akan dikenakan pasal berlapis jika semua unsur bukti sudah dipenuhi.

Helmi

Baca juga:

  1. Jelang HUT ke-45 PDIP, Ananta Gelar Baksos Bedah Rumah Nenek Usia 100 Tahun
  2. APTA Butuh Investror dan Dukungan Sepenuhnya dari Pemerintah
  3. Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update