oleh

Menlu Bentuk Satgas Infrastruktur Afrika

Menlu Retno Marsudi (ISTIMEWA)

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan pihaknya akan membentuk satuan tugas yang mengemban fungsi untuk memetakan dan mengimplementasikan kebijakan bidang infrastruktur di Afrika.

“‘Task force to Africa’ ini terdiri dari perwakilan berbagai kementerian/lembaga dan sektor swasta,” kata Retno Marsudi di sela-sela Forum Indonesia Afrika (IAF) di BNDCC Nusa Dua, Bali, Rabu 11 April 2018.

Menurut Menilu pihaknya ingin mengkonsolidasikan hubungan dengan Afrika lebih kongkrit kerja sama ekonomi khususnya dalam hal infrastruktur.

Indonesia, lanjut Menlu Retno, akan menginisiasi lebih banyak forum baik di tingkat pemerintah dan bisnis untuk menemukan dan mencocokkan berbagai pengalaman mengenai kebijakan dan ketertarikan bidang bisnis.

Retno menambahkan pada semester kedua tahun 2019, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah dialog Indonesia Afrika bidang infrastruktur sebagai wujud nyata komitmen Indonesia terhadap pasar baru perdagangan di benua itu.

Dalam pernyataan bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di IAF 2018 itu, Menlu Retno juga akan menjajaki dan mengimplementasikan hal lainnya yakni Indonesia dan Afrika sepakat untuk meningkatkan asistensi keuangan.

Sejak tahun 2015, lanjut dia, pemerintah telah mengimplementasikan “national interest account” (NIA) atau penugasan khsusus yang diberikan Pemerintah kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah.

“Kami ingin NIA ditingkatkan baik dalam hal skala dan jangkauan untuk negara Afrika,” ucapnya.

Kementerian Luar Negeri dan LPEI atau Indonesia Eximbank pada hari pertama IAF telah menyepakati diplomasi ekonomi dan meluncurkan buku kajian “road to Africa” yang bisa menjadi referensi pelaku bisnis Indonesia dengan Afrika.

Menlu menjelaskan bahwa perusahaan dari Indonesia memiliki keinginan yang tinggi untuk meningkatkan hubungan tidak hanya dalam bisnis tetapi juga berbagi peningkatan kapasitas pembangunan, transfer teknologi serta kerja sama beberapa pihak untuk menyelenggarakan usaha bersama dalam jangka waktu tertentu atau “joint venture”.

Peningkatan kerja sama itu diharapkan semakin positif dengan dibukanya penerbangan langsung Addis Ababa menuju Jakarta yang akan dilayani Ethiopian Airlines yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

“Kami menyatakan kesiapan untuk membantu dan bekerja sama mengenai pembangunan, memutuskan untuk menggandakan program bea siswa dan memperbanyak tiga kali program peningkatan kapasitas untuk Afrika,” ucapnya sebagai bentuk kerja sama teknis dan kerja sama selatan selatan.

Antara

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE