oleh

Penyair Asia Tenggara Bertemu di Padang Panjang

ILUSTRASI

PARA peserta temu penyair di Asia Tenggara yang diselenggarakan di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada awal Mei 2018 diinapkan di dua desa wisata daerah itu.

“Dua desa tersebut yaitu Desa Wisata Kubu Gadang dan Desa Budaya dan Religi Sigando,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Padang Panjang, Dalius di Padang Panjang, Rabu 11 April 2018.

Temu Penyair Asia Tenggara yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Forum Pegiat Literasi setempat akan dihadiri 300 penyair. Sebanyak 200 tamu menginap di Desa Wisata Kubu Gadang dan 100 tamu di Desa Budaya dan Religi Sigando.

“Acara ini sekaligus menjadi sarana mengenalkan potensi wisata daerah pada tamu yang datang,” ujarnya.

Langkah promosi yang dilakukan yaitu dengan menginapkan para tamu di dua desa wisata itu selama kegiatan berlangsung pada 3 sampai 6 Mei 2018.

Desa Wisata Kubu Kadang, tambahnya adalah desa yang mengunggulkan atraksi budaya Silek Lanyah dan sudah memiliki “homestay” sebagai tempat menginap tamu.

Sementara Desa Budaya dan Religi Sigando memiliki objek utama berupa masjid yang sudah ada sejak 1832 masehi dan menjadi lokasi perkembangan Islam khususnya di daerah itu.

“Di sana ada `homestay` dan rumah warga sebagai tempat menginap penyair, sementara tamu umum kami arahkan ke hotel-hotel yang ada di Padang Panjang. Tidak sekadar menginap namun juga dikenalkan pada pariwisata daerah,” jelasnya.

Ketua Forum Pegiat Literasi Padang Panjang, Muhammad Subhan menambahkan ada 300 penyair yang direncanakan hadir mengisi kegiatan tersebut.

Selain dari Indonesia, tamu-tamu berasal dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Singapura dan Timur Leste.

“Untuk menjadikan Padang Panjang sebagai kota literasi, perlu langkah konkret menumbuhkan semangat membaca. Temu Penyair Asia Tenggara adalah salah satu caranya. Saat ini kami masih lakukan persiapan jelang pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Antara

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE