oleh

Pornografi Dapat Merusak 5 Bagian Otak

pornografi
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol H.M. Sabilul Alif.

KERUSAKAN otak akibat pornografi sangat mengkhawatirkan. Bila narkoba dapat merusak 3 bagian otak, maka pornografi dapat merusak 5 bagian otak.

Demikian disampaikan Psikolog Intan Erlita saat menjadi narasumber Seminar Antisipasi Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme yang diselenggarakan Bhayangkari Cabang Kota Tangerang, Rabu 4 April 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna, Puspemkab Tangerang itu sedikitnya diikuti 250 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Tangerang.

“Pornografi adalah penyakit yang dapat mengubah struktur dan fungsi otak,” kata Intan yang juga sempat menjadi presenter di beberapa televisi itu.

Intan mengingatkan pelajar untuk menjauhi pornografi. Menurutnya, dampak negatif pornografi bisa lebih berbahaya dari narkoba. Namun, lanjut dia, tidak berarti mengabaikan bahaya narkoba.

“Bagian otak yang paling dirusak adalah pre frontal cortex atau bagian belakang otak yang tepat berada di belakang dahi yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu, emosi, serta kesulitan mengambil keputusan,” ujar Intan mengingatkan.

Intan melanjutkan, dampak buruk lain dari pornografi dapat mengakibatkan otak mengecil dan rusak. Otak pecandu pornografi, papar Intan, akan memproduksi dopamin dan endorfin yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik.

“Pornografi akan membuat otak mengalami hyper stimulating atau angsangan yang berlebihan, sehingga otak akan bekerja dengan sangat ekstrem dan kemudian mengecil dan rusak,” terang Intan.

Tidak hanya itu, lanjut Intan, pornografi juga dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, melemahkan fungsi kontrol, dan hilangnya rasa sensitif hilang.

Di tempat yang sama, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Tangerang Nur Sabilul Alif mengatakan, seiring perkembangan zaman, bermunculan ancaman yang dapat berpengaruh buruk kepada anak. Ancaman itu, kata Nur, setiap waktu bisa mengintai anak yakni narkoba, pornografi, dan radikalisme.

“Tiga variabel itu amat berpotensi mengkontaminasi anak. Narkoba, pornografi, dan radikalisme menjadi tiga faktor yang saat ini harus kita perangi sama-sama. Semua demi tujuan mulia, menyelamatkan anak dan masa depannya,” ujarnya.

Selain materi tentang Pornografi, Nur menjelaskan, dalam kegiatan itu, para pelajar juga diberikan pemahaman bahaya narkoba dari Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang Dedi Sutardi. Para pelajar, lanjut Nur, juga dapat mengambil hikmah dari testimoni mantan pengguna narkoba Erwin.

“Apa yang dipaparkan Bapak Dedi, dikisahkan Bapak Erwin, dan diurai Ibu Intan mudah-mudahan dapat meresap ke sanubari para pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Di pundak merekalah segala harapan kita sematkan,” tukas Nur.

Sementara itu, Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol H.M. Sabilul Alif menyampaikan, kegiatan yang diselenggarakan merupakan upaya memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal ini antisipasi peredaran narkoba, sebaran pornografi, dan gerakan radikalisme di kalangan remaja.

“Kami memberikan arahan terkait bahaya narkoba, pornografi, dan radikalisme. Kami menyampaikan, ketiganya adalah musuh bangsa yang harus dilawan bersama-sama. Seluruh peserta seminar kemudian mengucap ikrar anti narkoba,” ucapnya.

“Semoga generasi bangsa terselamatkan dari kontaminasi narkoba, pornografi, dan radikalisme,” sambung Kapolres.

Erdiyanto

Baca Juga:

  1. Persoalan Kemacetan Jadi Prioritas Pembangunan 2019
  2. Pemkab Tangerang Deklarasi dan Sosialisasikan PATBM
  3. Pemkot Tangerang Pertajam Usulan Program dan Kegiatan 2019

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update