oleh

Ke Rembang, Jangan Lewatkan Lontong Tuyuhan

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Berwisata ke Lasem atau, Rembang, Jawa Tengah rasanya kurang komplit kalau tidak mencicipi kuliner yang satu ini, yaitu Lontong Tuyuhan. Berjarak sekitar 5 kilometer ke arah selatan dari Alun-alun Lasem, tepatnya di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, kuliner yang khas dengan masakan opor ayam kampungnya ini dijajakan di tengah-tengah perkebunan tebu milik masyarakat sekitar.

Dinamai Lontong Tuyuhan karena kuliner ini dibuat dan dijajakan oleh masyarakat Desa Tuyuhan. Kuliner ini juga menjadi sumber perekonomian sebagian besar masyarakat Desa Tuyuhan, disamping bertani dan aktivitas lainnya.

Saat lensapena.id melakukan ‘backpacker’ ke sentral kuliner khas Rembang yang gurih dan lezat ini beberapa waktu lalu, sekitar pukul 12:00 WIB, puluhan pedagang Lontong Tuyuhan sudah berjejer di kawasan tersebut. Puluhan mobil pribadi dan bus wisata dari berbagai daerah juga tampak terlihat di area parkir.

Wawan (30), salah seroang pedagang kuliner Lontong Tuyuhan yang membuka lapak di kawasan tersebut, mengungkapkan, pada awalnya Lontong Tuyuhan hanya buka pada sore hari, yaitu selepas Ashar. Namun karena semakin banyaknya pembeli, terutama para wisatawan yang penasaran dengan kuliner tersebut, akhirnya banyak pedagang yang membuka dagangannya mulai jam 10 pagi.

Ia juga mengatakan, sebelum sentra kuliner Lontong Tuyuhan tersebut dirapihkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rembang yang juga disuport oleh sponsor salah satu produk minuman, para pedagang Lontong Tuyuhan ini menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling, dengan ‘pikulan’. Biasanya mereka mulai berjualan keliling selepas Ashar hingga larut malam.

“Dulu tempat ini juga sudah ada, tapi enggak sebagus ini. Jualannya juga dulu cuma sore, sampai malam. Tapi karena sekarang ini banyak pembeli, jam 10 juga sekarang sudah ada yang buka. Malah, kalau dulu itu banyak yang dagangnya juga keliling, pakai ‘pikulan. Tapi sekarang sudah jarang yang dipikul,” ujar Wawan.

Dalam menjaga kualitas serta rasanya yang khas, para pedagang Lontong Tuyuhan ini menggunakan bumbu rempah tradisional turun-temurun. Dan, yang unik dari kuliner Lontong Tuyuhan ini, adalah pada ayam dan kuah opornya. Selain ayamnya harus menggunakan ayam kampung murni, konon air untuk memasaknya juga harus air dari Desa Tuyuhan. Termasuk daun pisang yang digunakan membalut bungkiusan lontongnya, yaitu harus mengambil dari batang pisang yang tumbuh di Desa Tuyuhan. Bahkan proses pemasakannya sendiri juga harus di Desa Tuyuhan.

Namun, sentra penjualan Lontong Tuyuhan ini, sekarang tidak hanya di tengah-tengah kebon tebu di Desa Tuyuhan saja, tapi juga di Desa Pereng. Desa Pereng terletak di sebelah selatan dari Kota Rembang, atau Jalan Raya menuju Sulang, dan Kecamatan Pamotan. Di Pereng ini, Lontong Tuyuhan yang tidak kalah gurihnya dengan Lontong Tuyuhan di desa asalnya, juga dimasakan dengan bumbu rempah, serta resep masyarakat Desa Tuyuhan.

Untuk bisa mencicipi gurihnya kuliner khas Kabupaten Rembang yang lezat dan guruh ini, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Hanya dengan uang Rp11 ribu hingga Rp15 ribu, sudah bisa menikmati seporsi Lontong Tuyuhan dan sebotol minuman produk sponsor.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update