oleh

Awas, Produk Berlebel Halal Kedaluarsa Beredar!


Sesuai mandate Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal di tahun 2019 semua produk yang beredar di pasaran harus memiliki sertifikat halal.

LEMBAGA Kajian dan Bantuan Hukum Mathla’ul Anwar (LKBHMA) meminta agar masyarakat mewaspadai perdaran produk makanan yang lebel halalnya sudah berakhir alias kedaluarsa.

Direktur Eksekutif LKBHMA Dhona El Furqon, mengungkapkan, maraknya produk yang beredar tanpa perpanjang masa berlaku sertifikat halal tersebut, dikarenakan minimnya pengawasan serta ketidaksiapan pemerintah dalam menangani penerbitan sertifikat halal.

Ia juga mengungkapkan, otoritas penerbitan sertifikat halal yang semula diterbitkan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), kini beralih kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang dibentuk pemerintah. Namun hingga saat ini, BPJPH belum juga siap menerbitkan sertifikat tersebut.

“Saya harap masyarakat waspada terhadap produk yang beredar di pasaran. Karena banyak produk yang masa berlaku sertifikat halalnya telah habis atau akan habis. Sementara di lain sisi, BPJPH yang seharusnya menerbitkan sertifikat halal, belum siap menerbitkan atau memperpanjang sertifikat kehalalan,” papar Dhona El Furqon, Direktur Eksekutif LKBHMA, Kamis 5 Juni 2018.

Masih kata Dhoni, saat ini LKBHMA telah mengupdate ribuan daftar belanja produk halal per-Mei 2018 melalui website http://www.halalmui.org. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa melihat produk-produk yang masa berlaku sertifikat kehalalannya belum perpanjang, namun beredar di pasaran.

Meburut Dhoni, Kementerian Agama (Kemenag) harus serius mengatasi persoalan ini. Sebab, masalah isu halal ini sangat sensitive. Terlebih belum siapnya BPJPH dalam menerbitkan sertifikat halal.

Untuk diketahui, sesuai mandate Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal di tahun 2019 semua produk yang beredar di pasaran harus memiliki sertifikat halal.

Helmi

Banner IDwebhost

Komentar

News Update