oleh

30 Calon Investor Hadiri Indonesia Film Bussines Outlook


Diskusi panel Indonesia Film Business Outlook 2019

SEBANYAK 30 calon investor dalam dan luar negeri hadir dalam acara Indonesia Film Business Outlook 2019, Kamis 13 September 2018 di Hotel Artotel Thamrin, Jakarta. Kegiatan ini merupakan rangakaian dari program AKATARA yang akan digelar pada 18 hingga 20 September 2018 mendatang.

Kegiatan berupa diskusi panel ini mengambil tema Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Pasar dan Distribusi Penonton serta Bisnis Film di Indonesia. Selain para calon investor, hadir pula perwakilan pemerintah (antara lain Pusbang Film, Direktorat Kebudayaan, Balai Pustaka), perusahaan, individual, produser film, pebisnis dan pengusaha yang berada dalam ruang lingkup ekosistem perfilman Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan investasi bisnis dan film entrepreneurship di Indonesia kepada pasar film nasional, khususnya calon investor baru. Berbagai bahasan yang diangkat dimaksudkan untuk memperkenalkan peta bisnis, pembiayaan dan potensi perfilman dalam negeri.

Selain menghadirkan Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf sebagai keynote speaker ada juga embicara dari investor yang sudah sukses serta pelaku perfilman seperti Andi S.Boediman (Ideosource), Catherine Keng (Cinema XXI), Craig Galvin (IFLIX) dan Fauzan Zidni (APROFI).

“Melalui kegiatan ini, Bekraf optimis akan muncul banyak investor baru guna mendorong iklim investasi perfilman tanah air lebih stabil dan kuat di masa depan,” ungkap Kepala Bekraf, Triawan Munaf.

“Untuk itu pemahaman tentang investasi perfilman harus disampaikan seluas-luasnya dan intensif,” tegas Triawan melanjutkan.

Harapan tersebut disampaikan Triawan Munaf berdasarkan data riset industri perfilman yang dilakukan Bekraf sebelumnya. Riset yang dilakukan menyoal Capaian Makro Subsektor Film, Kondisi dan Pasar Film Indonesia serta Tantangan Perfilman yang harus dihadapi.

Sebagai upaya terus mengembangkan potensi perfilman Indonesia, Bekraf bersama dengan berbagai asosiasi dan lembaga telah bersinergi dalam memfasilitasi para pelaku kreatif khususnya dalam bidang perfilman ini. Beberapa program yang telah dijalankan berkenaan dengan pengembangan perfilman diantaranya; SCARA (Skenario Cerita Anak Nusantara), yaitu program pelatihan dan pencarian penulis skenario, Docs by The Sea (forum global yang menghubungkan para pembuat film dokumenter Indonesia dan Asia Tenggara dengan industri dan investor film dokumenter internasional), Torino Film Lab serta berbagai workshop penulisan skenario.

Hatmoko

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update