oleh

Intimidasi Siswi Oknum Guru SMK di Bonjer Terancam Dipecat

Samsuri Baju Biru Sedang Klarifikasi Di Ruang Wakil Kesiswaan SMK Tri Arga 2, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

BELUM lama tenggelam atas keterlibatan kasus tawuran yang sempat menelan nyawa seorang Siswa SMK Tri Arga 2 Kebon Jeruk, kini muncul lagi kasus baru yang dialami Susan Saputri, Siswi kelas 10 jurusan Administrasi Perkantoran 2 di sekolah tersebut.

Pasalnya susan di duga sering mendapat intimidasi oleh Oknum Guru Bahasa Indonesia berinisil R N.

Hal tersebut, terungkap saat orang tua susan mengklarifikasi di ruang Wakil Kesiswaan SMK Tri Arga 2, Jl.HH no.63, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Samsuri mengaku, sebagai orang tua merasa kecewa, jika anaknya terus menerus mendapat intimidasi, maka itu, dia berencana akan mengangkat dari sekolah.

“Sebetulnya saya sudah melupakan permasalahan ini, tapi mengingat cara anak saya di didik di sekolah ini, maka dalam waktu dekat saya akan pindah sekolahkan anak saya, lantaran istri saya pun ikut di bulih, saat bertamu kerumah tetangga, yang juga bersebelahan rumah dengan R N,” ungkap Samsori diruang Humas Smk Tri Arga, Jum’at 16 November 2018.

Menanggapi kekecewaan samsuri, Wakil Humas SMK Tri Arga 2, Kebon Jeruk, Rit menjelaskan, bahwa dirinya belum tau persis permasalahan tersebut, namun akan mempertemukan kedua belah pihak secepatnya.

” Jika R N terbukti berat, maka kami siap pecat, karna dalam hal ini jika dengan musyawarah bisa selesai, tentu itu lebih baik, mengingat mereka saling bertetanggaan, tetapi itu kembali dengan orang tua susan, seperti apa keinginanya,” tutur Rit menambahkan.

Menurutnya, jika dilihat dari latar belakang R N yang demikian, sebagai Guru Bahasa Indonesia memang tidak sepantasnya berbuat seperti itu.

” Ini kalau diangkat jadi tidak enak, sebab susan masih bersekolah disini, terkecuali kalau mau diangkat, dan susan tidak sekolah lagi disini, iya silahkan, bila mau di Polisikan juga silahkan,” sambungnya.

Namun demikian, pihaknya kedepan menilai, dengan adanya kejadian tersebut, terdapat sisi peringatan bagi R N.

” Nah ini kembali kepada keluarga, yang mana baiknya lagi yang di inginkan, sebab secara individu beberapa hari lalu, saya sudah bicarakan dengan wakil humas kesiswaan, agar di bulan Januari mendatang untuk mengeluarkan R N dengan alasan setelah melahirkan, jadi biar saja dia melahirkan, karna kalau sudah begini engga enak jadinya,” tutupnya.

Herpal

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update