oleh

Pembunuh di Diskotik Bandara Dicokok, 1 Orang Ditembak Kakinya

Polisi menunjukkan barang bukti yang digunakan untuk membunuh korban.

ATAS kerja sama Satuan Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Barat dengan Subdit Cyber dan Subdit Jatanras Polda Bangka Belitung, berhasil menangkap tiga pelaku pembunuhan di Diskotik Bandara, Jalan Daan Mogot Grogol, Jakarta Barat.

Dua dari tiga pelaku utama pembunuhan merupakan Residivis yakni, F M alias E (25) dan J U alias B (38). Penangkapan keduanya di Dusun Samhin, Desa Padang Baru, Pangkalan Baru, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Minggu 18 November 2018. Sedangkan satu pelaku berinisial B (28) ditangkap di Jakarta.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Sitepu mengatakan, peristiwa ini bermula ketika sekelompok pelaku yang awalnya berjumlah 15 orang sedang merayakan pesta ulang tahun salah satu temanya, di lantai lll diskotik Bandara.

Lalu enam korban yang memenuhi undangan pesta tersebut saling senggol saat berjoget, hingga memicu keributan di parkiran mobil lantai ll.

“Jadi, keenam korban itu dikeroyok di halaman parkiran mobil, hingga menewaskan satu orang bernama Hadi Suwito. Sedangkan kelima korban lainya rata-rata menderita luka tusuk dan dirawat di RS Sumber Waras,” ujar Edi Sitepu saat menggelar acara Konferensi Press di halaman Mapolres Jakarta Barat.

Menurut Edi, tersangka E terkenal sadis. Hal itu teringat akan peristiwa pada tahun 2012 silam, yakni, pada saat tersangka melalukan penganiayaan terhadap seorang ibu-ibu tukang kopi.

“Dulunya tersangka E pernah ditahan, karna menganiaya seorang ibu-ibu tukang kopi dengan cara meneteskan plastik yang dibakar ke dalam kemaluan ibu-ibu tersebut,” sambungnya.

Para pelaku pembunuhan di diskotik Bandara saat digelandang ke kantor polisi.

Terlepasdari hal itu, tersangka E terpaksa dilumpuhkan pada bagian kaki kanan, karna berusaha menyerang polisi saat ditangkap.

Dari hasil penangkapan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa, 1 unit sepeda Motor Honda yang digunakan tersangka E untuk melarikan diri, 1 unit Mobil Honda CRV yang digunakan tersangka B untuk melarikan diri, berikut 1 batang kayu untuk menganiaya dan 1 buah baju berlumur darah milik korban meninggal.

“Akibat perbuatanya, kini para pelaku kita proses secara intensif, serta kita jerat dengan Pasal 338 dan 170 KUHPidana, dengan ancaman pidananya 9 tahun penjara,” tutupnya.

Herpal

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update