oleh

Orang Tua Sakti Usir Buto Raksasa

Orang tua sakti sedang mengusir buto raksasa.

KONON kabarnya, pada sektitar tahun 1879 silam, masyarakat Desa Mejayan terkena wabah penyakit mematikan. Yakni menderita sakit saat siang dan sorenya meninggal. Atau, sebaliknya, sakit pada pagi hari, malam harinya seketika meninggal dunia. Dalam kesedihannya Raden Prawirodipuro waktu itu melakukan meditasi dan bertapa di wilayah gunung kidul Caruban. Ia kemudian mendapatkan wangsit untuk membuat semacam tarian atau kesenian yang mampu mengusir balak.

Wangsit didapat itu menggambarkan para punggawa kerajaan roh halus atau pasukan genderuwo menyerang masyarakat Desa Mejayan. Akan diusir dengan menggiring mereka keluar dari desa tersebut. Maka, dibuatlah semacam kesenian yang melukiskan fragmentasi pengusiran roh halus yang membawa pagebluk tersebut.

Komposisi pemain fragmen satu babak pengusiran roh halus terdiri dari barisan buta (bahasa Jawa yang berarti buto atau raksasa), orang tua sakti dan dua perempuan paruh baya. Perempuan ini menyimbolkan kondisi rakyat yang lemah karena dikepung oleh para pasukan buta Kala. Sebelum pasukan buta berhasil mematikan para perempuan, muncul sesosok lelaki-laki tua sakti yang dengan tongkatnya. Berhasil mengusir para barisan roh halus untuk pergi menjauh.

Selanjutya terjadilah peperangan cukup sengit antara rombongan buta dengan orang tua sakti, yang dimenangkan oleh si lelaki sakti itu. Rombongan buta kalah akhirnya menurut dan patuh. Si orang tua sakti yang didampingi dua perempuan menggiring pasukan buta Kala keluar dari Desa Mejayan. Setelah pergi, sirnalah pagebluk yang menyerang masyarakat Desa Mejayan selama ini.

One.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE