oleh

Diperlukan Perda untuk Mengatur Pencegahan Penyakit TBC

LENSAPENA – Aktivis Kesehatan Kabupaten Tangerang meminta agar Bupati Tangerang tebitkan Peraturan Bupati Tentang Pencegahan Tuborculosis atau TBC. Krena penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis dinilai sudah menghawatirkan.

Nining Mularsih Pj TBC Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama, mengatakan, berdasarkan data yang ia miliki terdapat 1050 kasus penderita TBC di Kabupaten. Menurutnya angka tersebut sangat menghawatirkan jika dibiarkan saja tanpa adanya upaya untuk menanggulanginya.

“Saya sudah melakukan kunjungan dan menemukan sebanyak 1050 kasus penderita TBC di Kabupaten Tangerang, semua stakeholder harus berkontribusi dan berkordinasi untuk menurunkan angka sebanyak ini, pemerintah Indonesia sendiri sudah melakukan eleminasi atau pencegahan penyebaran TBC ini dengan target pada 2030 mendatang penderita TBC akan menurun,“ ucap Nining, Selasa 25 Juni 2019.

Ia menambahkan, untuk menekan atau memberantas penyebaran TBC di Kabupaten Tangerang diperlukan adanya regulasi seperti Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup), agar penyegahan TBC bisa dilakukan secara maksimal.

“Selama ini semua orang bergerak sendiri-sendiri melakukan intervensi tanpa melakukan kordinasi, Kontribusi sarana dan prasarana itu sebaiknya dikumpulkan serta dianalisis, untuk djadikan sebuah aksi daerah, atau dibuatkan peraturan daerah dan perbup untuk menekan angka penyebaran TBC, “ ucapnya.

Senada dengan Nining, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengatakan usulan Perbup tersebut memang diperlukan untuk menekan angka penderita TBC di Kabupaten Tangerang ini.

“Kita juga sudah merencanakan usulan Perbup ini memenag diperlukan untuk pendorong OPD-OPD yang lain,“ ucapnya.

Menurutnya, penyakit TBC tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang saja, tetapi semua element harus ikut berperan melakukan pencehagan penyebaran penyakit tersebut. Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang untuk turut serta dalam pencegahan penyakit berbahaya.

“Sementara ini kita sudah jalan melakukan pencegahan penyebaran penyakit ini, tetapi penyelesiaan penyakit ini tidak bisa jika hanya diserahkan kepada Dinas Kesehatan saja, kita semua perlu bekerja sama untuk mencegah datangnya penyakit agar kabupaten Tangerang semakin gemilang dengan warganya yang sehat-sehat, “ tandasnya.

Widi

BACA JUGA:
Soal Dugaan Pungli, Ini Komentar SMKN 1 Kab. Tangerang
Sanggar Karina Ajak Generasi Kreatif dengan Seni Tradisional

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update