oleh

Inilah Manfaat Jika Kita Mendonorkan Darah dengan Baik

LENSAPENA – Dalam Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-75, Polresta Tangerang menggelar kegiatan donor darah. Ratusan anggota polisi dan Ibu-ibu Bhayangkari tak mau ketinggalan ikut menyumbangkan darahnya.

Donor darah sendiri merupakan menyumbangkan darah secara sukarela melalui proses pengambilan darah dari seseorang (pendonor) untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah, dan kemudian digunakan untuk transfusi darah. Terdapat dua jenis donor darah, yaitu donor darah pengganti, dan donor darah langsung.

Nah, bicara soal donor darah, ternyata, selain kita melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat untuk orang lain, mendonorkan darah secara teratur dan dengan baik juga memiliki banyak manfaat yang didapat, diantaranya adalah:

  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Donor darah secara teratur diketahui dapat menurunkan kekentalan darah.
  • Menurunkan risiko kanker.
  • Membantu menurunkan berat badan.
  • Mendeteksi penyakit serius.
  • Membuat lebih sehat secara psikologis dan memperpanjang usia

Untuk bisa menjadi penyumbang atau pendonor darah sendiri harus memiliki beberapa persyaratan, diantaranya:

  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Calon penyumbang harus berusia 17-65 tahun.
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Kadar hemoglobin >12,5 gr% sampai dengan 17,0g%.
  • Tekanan darah (sistol) 100-170 mmHg) dan (diastol) 70-100 mmHg.
  • Suhu tubuh antara 36,6-37,5 derajat Celcius.
  • Tidak mengalami gangguan pembekuan darah (hemofilia).
  • Denyut nadi antara 50-100 kali/menit.
  • Rentang waktu penyumbang minimal 8 minggu atau 2 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 6 kali dalam 1 tahun).

Namun demikian, tidak semua orang bisa menjadi pendonor. Karena selain persyaratan di atas, ada beberapa orang yang tidak diperbolehkan atau dilarang menjadi pendonor darah, yaitu:

  • Orang yang mempunyai penyakit jantung dan paru paru.
  • Menderita kanker.
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Menderita kencing manis (diabetes militus)
  • Memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
  • Menderita epilepsi dan sering kejang
  • Menderita atau pernah menderita Hepatitis B atau C.
  • Mengidap raja singa (sifilis)
  • Ketergantungan narkoba.
  • Kecanduan minuman beralkohol
  • Mengidap atau beresiko tinggi terhadap HIV/AIDS
  • Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan

Widi/Berbagai sumber

BACA JUGA:
Di Tangerang, Ratusan Polisi Donorkan Darahnya
Diperlukan Perda untuk Mengatur Pencegahan Penyakit TBC

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update