oleh

Perlukah Koreografi Seni Goyang Dikurasi?

Seni gerak tubuh atau koreografi, terutama seni berjoget atau ‘goyangan’ yang dilakukan oleh artis (penyanyi perempuan) terus bergeliat. Beragam kreativitas pun semakin mewarnai dunia panggung hiburan tanah air. Ada goyang itik, goyang ngebor, goyang gergaji, goyan mantul, dan segala goyang lainnya.

Dari sekian ragam goyang yang dipertontonkan, apa yang menjadi obyek goyangan? Lalu, apa yang menjadi tujuan seni gerak yang menggoyangkan bagian-bagian tubuh tertentu itu?

Untuk menjawab dua pertanyaan ini, apakah perlu adanya kuratorial, agar karya seni gerak tubuh atau seni koreografi tidak hanya mengedepankan sisi hiburan semata, tapi ada nilai estetika seni, dan merujuk pada dampak moral yang akan ditimbulkan.

Karena jika melihat semakin pesatnya teknologi yang sudah merambah pada media multidimensi, ini akan menjadi kekhawatiran bersama ketika karya seni gerak atau koreografi tersebut tampilkan secara vulgar.

Sebagai contoh kasus goyang mantul oleh Duo Semangka yang videonya sempat beredar luas di media sosial beberapa waktu lalu. Sampai akhirnya, dua dara cantik ini dipanggil ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam hal ini, tentu saja ada sesuatu yang dianggap melampaui batas kepatutan dan kesusilaan.

Nah, agar kreator seni gerak Duo Semangka yang menuai kritik hebat dari KPAI tidak dianggap sebagai hal yang mengekang seniman dalam mengekspresikan ide dan gagasannya dalam berkreasi, sepertinya ruang kuratorium sangat diperlukan. Agar apa yang disuguhkan dalam seni menggerakkan tubuh ini memiliki nilai seni dan segala hal yang berbau asusila apalagi pornoaksi atau pornografi dapat terkontrol.

Karena jika hal ini dibiarkan, dan tidak ada kritikus seni atau kurator yang mengkurasi karya tersebut, bisa berdampak luas pada persoalan hukum, bahkan moral. Dan, jangan sampai juga seniman atau yang berhubungan dengan karya seni gerak ini terjerat oleh Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, atau Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008, atau UU ITE sebagai undang-undang yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum.

Widi Hatmoko
Seniman dan Pemerhati Budaya

Banner IDwebhost

Komentar

News Update