oleh

Polisi Selidiki Penyebab 14 Santri Sesak Napas dan Pinsan

LENSAPENA – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang masih menyelidiki penyebab 14 santri dari Pondok Pesantren Nurul Hikmah yang mengalami sesak napas hingga pinsan dalam waktu yang bersamaan dan sempat dilarikan ke Puskesmas Pasar Kemis, Rabu 29 Agustus 2019 malam.

Wakapolresta Tangerang AKBP Komarudin yang memimpin penyelidikan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, pihaknya menduga para santri Nurul Hikmah tersebut mengalami keracunan karena menghirup bau limbah yang mengalir di sekitar kali yang berada dekat pesantren.

“Diduga para santri keracunan akibat menghirup bau yang berasal dari limbah yang dibuang beberapa pabrik di sekitar pesantren,” ujar Komarudin, kepada wartawan, Jumat 30 Agustus 2019.

Pun demikian, Komarudin belum bisa memastikan pabrik mana saja yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran tersebut. Karena, kata Komarudin, pihaknya harus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Jika memang terbukti limbah tersebut berasal dari salah satu pabrik, maka tentunya pengusaha pabrik tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan sempel air dan udara di sekitar lokasi kejadian. Pihaknya juga, kata Taufik, sudah melakukan pengecekan ke dua tempat lokasi penimbunan limbah plastik yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari Pondok Pesantren Nurul Hikmah.

“Kalau air 7 hari baru ketahuan hasilnya. Udara Insya Alloh besokk udah ketahuan. Tapi disisi lain mohon kita pertimbangkan juga faktor-faktor lain. Kan di sana banyak masyarakat, kenapa yang terkena sakit hanya di pondok pesantren tersebut, tidak semua, dan masyarakat lain pun juga enggak terkena. Tapi secara profesional tetap saya laksanalan tugas DLHK-nya,” tandasnya.

Widi

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update