oleh

Viral Polisi Tendang Pengendara: Butuh Penyadaran

Video seorang oknum polisi yang menendang pengendara sepeda motor RX King di Jalan Raya Serang, tepatnya di Pertigaan Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat 30 Agustus 2019, beredar luas. Berbagai opini masyarakat pun bermunculan. Bahkan beberapa masyarakat pun mengecam aksi tersebut.

Siapa yang harus disalahkan? Semua butuh penyadaran. Dan, perlu mencermati peristiwa ini secara utuh.

Polisi juga manusia. Begitu banyak tekanan saat bertugas dalam menghadapi beragam corak masyarakat, terutama para pelanggar lalulintas, yang tak sedikit pula dengan sadar dan terang-terangan tidak mematuhi aturan yang harus dijalankan. Padahal, itu semua demi keselamatan bersama.

Pun demikian dengan masyarakat, yang dalam hal ini sebagai pengendara RX King yang videonya viral. Tanpa menggunakan standar keselamatan saat berlalulintas: helem, dan perlengkapan lainnya, dengan nekat menarik tali gasnya kencang-kencang. Sontak, raung kenalpon secara refleks memicunya untuk mencegah. Definisi refleks sendiri adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar dan merupakan respon segera setelah adanya rangsang.

Melihat hal ini, sebagai masyarakat kita juga harus cerdas dalam menyikapinya. Bisa saja, sikap refleks ini karena dipicu juga oleh nalurinya sebagai penegak hukum dalam menganalisa apa yang ia dapatkan dari sang pengendara RX King tersebut.

Kerana, berdasarkan keterangan dari Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, yang ditulis di lensapena.id, Jumat 30 Agustus 2019, pengendara RX King yang ditendang hingga jatuh tersebut sebelumnya adalah pelanggar lalulintas yang diberhentikan oleh petugas. Oleh petugas tersebut, sempat ditinggalkan beberapa saat, yaitu untuk menengahi perdebatan rekannya sesama petugas dengan pengendara lain yang juga melakukan pelanggaran lalulintas.

Menurut Kapolres, diduga kuat sepeda motor tersebut merupakan hasil kejahatan. Sebab, kata Kapolres, pemuda yang mengendarai motor itu tidak bisa menunjukkan surat-surat resmi (STNK). Ditambah, pengakuannya yang membeli motor itu secara online. Dan, lagi-lagi malah melarikan diri dengan menarik tali gasnya membabibuta.

Langkah Kapolres sudah sangat tepat, karena pada saat itu pula langsung merespon cepat. Kapolres pun memastikan anggota yang terekam kamera itu telah menjalani pemeriksaan di Provost.

Dari peristiwa ini, mengajarkan kita betapa pentingnya membangun kesadaran: kesadaran dalam berpikir, kesadaran dalam bersikap, dan kesadaran menjalankan aturan yang harus ditaati.

Dan, kesalahan tetaplah sebuah kesalahan yang tidak bisa dibenarkan, kecuali kita bisa mengubahnya dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Widi Hatmoko
Seniman dan Pemerhati Budaya

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update