oleh

Legowo Keputusan DPP, Akmaludin: Bukan Kader ‘Kaleng-kaleng”

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Penunjukan Kholid Ismail sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tangerang definitif oleh DPP PDI Perjuangan, cukup mengejutkan. Pun demikian, tak membuat Akmaludin Nugraha yang saat ini menjabat sebagai ketua sementara berkecil hati. Terkait hal ini, Akmaludin juga mengaku ikhlas menerima keputusan Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Menurutnya, ia menjadi kader PDI Perjuangan benar-benar dari bawah, dan bukan sebagai politisi karbitan. Untuk itu, apa yang diputuskan DPP PDI Perjuangan terkait penunjukkan Kholid Ismail, dirinya mentaatinya.

“Saya ini bukan kader kaleng-kaleng. Di PDI Perjuangan bukan kader karbitan. Saya ini sudah dididik oleh PDI Perjuangan melalui pendidikan kader, yang dalam kader itu ada motonya: harus disiplin, loyal dan ikhlas. Jadi bahasa legowo ini sudah ditanamkan di hidup saya, yaitu di PDI Perjuangan,” ujar Akmaludin Nugraha kepada awak media, Kamis 12 September 2019.

Ia juga mengungkapkan bahwa ditunjukkanya Kholid Ismail sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tangerang defintif, sudah seusai dengan tahapan dan mekanisme yang disyaratkan oleh DPP PDI Perjuangan.

“Jadi, kalau ada yang mengatakan bahasa salip-menyalip, di PDI Perjuangan tidak ada. Proses rekomendasi untuk Ketua DPRD di Kabupaten Tangerang ini, berjalan sesuai dengan tahapan dan mekanisme. Tidak ada bahasa jegal-menjegal. Karena kami partai yang terbuka, partai yang harus menjadi contoh partai-partai yang lain,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan, H. Irvansyah, menjelaskan bahwa ada parameter di dalam menentukan keputusan, siapa yang bakal direkomendasikan oleh DPP untuk menduduki kursi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang definitif.

“Apa itu? Yang pertama adalah dari hasil psikotest. Jadi ada budaya baru di PDI Perjuangan, setiap kader yang akan ditugaskan di lembaga-lembaga politik itu harus melalui tes psikologi. Hasil itu kemudian menjadi salah satu acuan penentuan keputusan,” katanya.

Acuan sebagai parameter penentu lainnya, kata Irvansyah, adalah dilihat dari hasil wawancara para calon dengan petugas DPP PDI Perjuangan yang ditugaskan mewawancarai kandidat calon. Materinya, menurut Irvansyah, adalah materi ideologis, permasalahan-permasalahan aktual, baik Nasional maupun yang sifatnya daerah.

“Kemudian bagaimana calon-calon ini bisa memahami tentang mekanisme pembahasan sebuah produk perundang-undangan, atau pembahasan APBD. Nah, ini harus dikuasai oleh para kandidat, sejauh mana mereka menguasai materi-materi ini. Dari hasil wawancara, ditambah dari hasil psikotest, maka DPP mengambil keputusan bahwa untuk kader yang akan ditugaskan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tangerang adalah Pak Kholid Ismail,” tandasnya.

Widi. H

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update