oleh

Titik Awal Penyebaran Agama Islam di Lasem

Penyebaran agama Islam di Lasem berawal dari kedatangan Sunan Ampel ke Kadipaten Bonang Binangun, yaitu pada era Adipati Wirabraja yang berkuasa sekitar tahun 1469 Masehi. Sejak kedatangan Sunan Ampel itulah kemudian Adipati Wirabajra yang sebelumnya beragama Hindu, masuk Islam.

Adipati Wirabraja adalah cucu dari Dewi Indu, sepupu Hayam Wuruk, yang kala itu diangkat sebagai ratu di Kerajaan Majapahit Lasem pada tahun 1352 Masehi. Kerajaan Majapahit Lasem ini meliputi tiga wilayah, yaitu Lasem, Tuban hingga Pacitan. Jadi, jika kita melihat sejarah Lasem, tidak lepas dari kejayaan Kerajaan Majapahit.

Ernantoro, salah seorang Sejarawan dari Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem, menjelaskan, Sunan Ampel menginjakkan kaki di Kadipaten Bonang Binangun, dari Tuban melalui Pelabuhan Regol. Kawasan ini dulunya adalah tempat bersandarnya kapak-kapal besar, sekaligus pintu masuk pedagang-pedagang dari berbagai negara, seperti India dan Persia.

Dari situlah, sebagai seorang pucuk pimpinan di daerah tersebut, Adipati Wirabraya sering bertemu dengan tamu-tamu dari Persia, yang mayoritas memeluk agama Islam.

Terlepas dari itu, sebagai dua sahabat, Adipati Wirabraja juga kerap bertanya kepada Sunan Ampel tentang Islam. Yang kemudian, ia tertarik untuk menjadi seorang Muslim.

Setelah masuk Islam, Wirabraja kemudian membangun musala di Bonang. Musala itulah yang saat ini menjadi Masjid Bonang. Lokasinya ada di selatan makam Sunan Bonang sekarang.

Di musala itulah, Sunan Ampel bersama Wirabajra melakukan dakwah di Bonang. Masjid Bonang kini berdiri megah, dan sudah beberapa kali mengalami renovasi. Terakhir direnovasi pada Ramadan 1438 Hijirah. Namun bangunan aslinya tetap dipertahankan. Di depannya ditambah serambi agar mampu menampung banyak Jamaah.

Widi Hatmoko

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update