oleh

Berburu ‘Seafood’ di Pantai Utara, Tanjung Kait

Banner IDwebhost

LENSAPENA | Untuk pencinta seafood, di bibir Pantai Tanjung Kait, tepatnya di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang terdapat saung ikan bakar yang bisa menggugah selera makan pengunjung. Namanya Rumah Makan Bunga Hati, atau sebagian orang menyebut Saung Ikan Bakar Bang Madi.

Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati makanan serba laut yang masih segar, dan langsung didapat dari nelayan sekitar desa nelayan tersebut. Mulai dari ikan segar, cumi, udang, kepiting, hingga rajungan.

Baca juga: Begini Cara ‘GOOX’ Melawan Sampah dari Produk Impor

Ikan, cumi, udang, kepiting, hingga rajungan yang dijajakan di saung tersebut memiliki ukuran yang berbeda-beda, mulai dari yang kecil, sedang, hingga berukuran besar. Jadi, pengunjung bisa memilih sesuai selera dan isi kantongnya. Harganya pun beragam, mulai dari Rp 50ribu hingga ratusan ribu.

Yang unik dari Rumah Makan Bunga Hati atau Saung Ikan Bakar Bang Madi ini adalah, pengunjung bisa menikmati sensasi gurihnya seafood sambil merasakan hembusan angin pantai, serta menyaksikan para nelayan yang sedang sibuk di sepanjang bibir pantai tersebut.

Baca juga: Polemik Pilkades di Tangerang, Pelapor ke Ombudsman Bertambah 12

Ikan bakar Bang Madi siap saji yang menggugah selera makan. (Widi Hatmoko)

Pemilik ramah makan atau kedai ikan bakar tersebut, Bang Madi mengaku, setelah kondisi pantai mengalami abrasi, berwisata kuliner seafood menjadi andalan masyarakat Tangerang dan daerah-daerah sekitarnya. “Sekarang kan udah enggak kayak dulu, yang bisa mandi-mandi di pantai. Pantainya sudah rusak kena abrasi. Paling andalannya kalau kesini, yang berwisata kuliner laut,” ujar Bang Madi.

Baca juga: Diskusi Polemik RUU KPK: Pentingnya Membangun Nalar Kritis Mahasiswa

Tidak hanya menjual aneka kuliner seafood, Bang Madi juga menyewakan bagan untuk para pengunjung yang hobi memancing. Hanya dengan uang Rp45 ribu perorang, pengunjung sudah bisa seharian mancing di atas bagan. Ikan-kan yang didapat dari para pemancing pun bisa langsung diolah; bisa melalui jasa Bang Madi, atau diolah sendiri di kedai ikan bakarnya.

“Pokoknya perorang Rp45 ribu, bisa seharian atau bermalam. Nanti kita antar jemput pakai perahu. Ikannya bisa dibakar di sini, boleh dibawa pulang. Tapi kalau ikan yang dapat mancing, itu tidak bayar, hak mereka yang dapat. Paling kalau mau dibakarin tinggal bayar untuk bumbu, sambal,lalaban sama nasinya aja,” pungkasnya.

Baca juga: Seruit Menjadi Kuliner Pokok Pesta Adat Lampung

Nah, untuk anda yang penasaran seperti apa gurih dan nikmatnya seafood di Pantai Tanjung kait, bisa meluangkan waktu dengan keluarga dan orang-orang terkasih. Karena, selain Kedai Ikan Bakar Bang Madi, di kawasan ini juga terdapat puluhan kedai ikan bakar dengan sajian yang hampir sama. Jadi, pengunjung bisa memilih tempat atau lokasi sesuai selera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update