oleh

Klenteng di Lasem Bekas Masjid Orang-orang Cheng Ho?

LENSAPENA – Klenteng Cu An Kiong yang berokasi di Jalan Dasun, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang diyakini pernah jadi masjid orang-orang Cheng Ho.

Sejarawan Lasem, Edi Winarno mengungkapkan, masuknya orang-orang Cheng Ho ke tanah Lasem diyakini pernah membuat masjid, yang diperkirakan di lokasi yang saat ini terdapat klenteng Cu An Kiong. Namun karena terjadi pergeseran budaya oleh eksodus masuknya masyarakat Tionghoa dari daratan Cina ke Lasem yang membawa faham konfusionisme, masjid tersebut dialihfungsikan dan berubah menjadi klenteng.

Baca juga: Ternyata, 230 SM Komunitas Tionghoa di Lasem Sudah Ada

Menurut Edi, masjid yang berubah menjadi klenteng Cu An Kiong tersebut didirikan oleh Cheng Ho pada sekitar abad 15. Masuknya orang-orang Cheng Ho ke Lasem pada abad ke-15, atau sekitar tahun 1413 Masehi itu, kata Edi, membawa perdaban baru bagi masyarakat Lasem dan sekitarnya. Karena, selain membawa misi Islam, orang-orang Cheng Ho yang masuk ke Lasem di bawah pimpinan Bi Nang Un ini, juga mengenalkan berbagai kesenian seperti seni tari, sleepy, dan seni batik.

“Eksodus masuknya orang-orang Tiong Hoa ke Lasem ini terjadi beberapa kali memang, dari mulai abad sebelum Masehi. Termasuk yang dari Yunan, itu pada abad sebelum Masehi, belum ada Islam. Kalau yang ini, yang Cheng Ho pada abad ke-15, tepatnya tahun 1413 itu muslim. Karena, Cheng Ho memang, meskipun ekspedisi dari Kaisar Yung Le dari Tiongkok tapi dia kan membawa misi Islam. Sehingga, pada saat ke sini banyak mendirikan masjid-masjid, salah satunya di Lasem, yang sekarang lokasinya jadi klenteng Cu An Kiong itu,” papar Edi Winarno.

Baca juga: Nikmatnya ‘Seruput’ Kopi Lelet Lasem Sambil Membatik

Dari situlah, kata Edi, sebelum adanya Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim pada tahun 1465 hingga tahun 1525, komunitas masyarakat Islam sudah ada di daerah Lasem. Namun pada sekitar tahun 1600-an atau sekitar awal abad ke-17 telah terjadi pergeseran budaya yang sangat signifikan, yang diawali masuknya faham konfusionisme oleh orang-orang Tionghoa yang berasal dari daratan Cina.

Masuknya masyarakat Tionghoa dari daratan Cina ke Lasem yang membawa faham konfusionisme itu telah yang menggeser budaya sebelumnya. Hingga difungsikannya masjid orang-orang Cheng Ho tersebut menjadi klenteng.

“Ini telah terjadi pergeseran budaya. Pada saat Cheng Ho itu komunitas Cina itu muslim, bikin masjid. Kemudian, imigran berikutnya berkeyakinan konfusionisme akhirnya masjid itu difungsikan menjadi klenteng,” tandasnya.

Baca juga: Perang Kuning dan Perlawanan Rakyat Lasem Terhadap VOC

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update