oleh

Nikmatnya ‘Seruput’ Kopi Lelet Lasem Sambil Membatik

LENSAPENA – Membatik biasanya menggunakan canting, wajan dan kompor kecil, gawangan serta malem dan kain sebagai media untuk membatiknya. Namun, membatik yang satu ini berbeda, yaitu menggunakan ampas kopi yang baru saja disedu atau ‘lethekan’ kopi dengan menggunakan media permukaan batang rokok.

Membatik menggunakan ampas kopi dan batang rokok ini pertama dipopulerkan di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Ampas kopi habis sedu atau ‘lethekan’ yang digunakan adalah ampas Kopi Lelet khas Lasem. Batang rokok yang sudah dibaluri dengan ampas kopi dengan nuansa batik ini, memiliki sensasi yang unik. Karena asap rokok berbaur dengan aroma kopi yang gosong oleh bara api yang menjalas di setiap batang rokok.

Baca juga: Ternyata, 230 SM Komunitas Tionghoa di Lasem Sudah Ada

Disebut Kopi Lelet karena identik dengan kegiatan nglelet, yaitu membatik dengan media batang rokok dan tintanya menggunakan lethekan Kopi Lelet (ampas Kopi Lelet/kopi Lasem yang dicampur susu krimer).

Salah satu Warung Kopi Lelet yang terkenal dan sudah ada sejak tahun 1920-an adalah Warung Kopi Tiga Generasi milik Nasir di Jalan Raya Kajar, Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem. Setiap harinya, warung ini selalu penuh oleh pengunjung.

Cara menyedu kopi lelet di Warung Kopi Tiga Generasi yang dikelola nasir pun masih menggunakan cara tradisional, yaitu memasak airnya menggunakan tungku arang.

Baca juga: Selain Indah, Pantai Caruban Lasem Juga Bisa Buat Seru-seruan

“Ini namanya jarang (air super panas-red). Jadi airnya harus mateng tulen, panas nas, langsung dari luweng (tungku-red),” ujar Nasir.

Harga Kopi Lelet Nasir ini dibandrol dengan harga Rp 2ribu per-gelas. Pengunjung Warung Kopi Tiga Generasi ini tidak hanya dari masyarakat sekitar, tapi dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan sekitarnya.

“Kalau orang main ke Lasem, dari mana-mana ya banyak yang ke sini,” katanya.

Selain Warung Tiga Generasi, tongkrongan Kopi Lelet yang terkenal di Lasem adalah kedai milik Pak Jhon, di wilayah Desa Soditan, Kecamatan Lasem atau sekitar 100 meter di seberang Alun-alun Lasem. Warung Pak Jhon juga buka pagi hingga malam. Di sini, pengunjung bisa menyeruput Kopi Lelet sambil membatik.

Baca juga: Perang Kuning dan Perlawanan Rakyat Lasem Terhadap VOC

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update