oleh

Nurhidayati, Geluti Usaha Bir Pletok dan Kunyit Asem

LENSAPENA – Melepaskan pekerjaan di perusahaan kimia dan terjun ke bisnis kuliner, rupanya sudah menjadi pilihan jitu bagi Nurhidayati (49), warga Perumahan Graha Lestari, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Pasalnya, setelah tidak lagi bergelut di dunia kimia, hasil tangannya meracik minuman kesehatan tradisional Bir Pletok mampu menjelajah beberapa ritle di wilayah Jabodetabek dan Banten. Tak hanya itu saja, keahliannya membuat minuman tradisional ini juga merambah Kunyit Asem dan Wedang Jahe,

“Ada (produknya-red) di KitaMart, 212Maret, dan sering ikut pameran-pameran,” ujar Nurhidatyati.

Baca juga: Terkait Pilkades di Kabupaten Tangerang, Ombudsman Terima Dua Laporan

Ia juga mengungkapkan, saat ini dalam satu bulan ia mampu menjual sekiar 100 produk botol minuman kesehatan tradisional Bir Pletok, Kunyit Asem dan Wedang Jahe.

“Itu yang di ritle, tapi kalau sama di pameran-pameran ya lebih. Kalau sekali pameran kadang bisa bawa 100 botol,” katanya.

Nurhidayati juga mengaku, memilih bidang usaha minuman kesehatan tradisional ini, selain sebagai matapencaharian juga ingin mengembangkan ramuan tradisional yang saat ini mulai tergerus oleh produk minuman pabrik yang biasanya mengandung bahan kimia.

Baca juga: Meski Didemo, Pilkades Tetap Berlanjut Sesuai Tahapan

“Kalau ini kan emang benar-benar tradisional tanpa kimia apalagi pengawet,” ucapnya.

Pengalaman membuat racikan minuman kesehatan tradisional ini, kata Nurhidayati, bermula dari kegemarannya minum kunyit asem yang ia buat sendiri. Dari situlah, setelah ia meninggalkan pekerjaannya di perusahaan kimia di Jakarta, ia mengembangkan hobi dan kegemarannya tersebut.

Baca juga: Soal UU KPK, Presma BEM ITB-AD Jakarta: Kami Memilih Judicial Review

Untuk bahan baku pembuatan aneka minuman ini, Nurhidayati mengaku mendapatkannya dari Pasar Tradisional Cikupa dan Pasar Kebayoran. “Kalau untuk Bir Pletok, ini ada 15 jenis rempah-rempah, yang berkhasiat untuk kesehatan,” tandasnya.

Ia juga berharap, minuman kesehatan tradisional ini bisa lebih familiar, dan masyarakat lebih memilih minuman racikan tradisonal yang menggunakan bahan asli dari pada dengan campuran kimia.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update