oleh

Open House Ananta Wahana: Simbol Kebhinekaan dan “Holopis Kuntul Baris”

LENSAPENA – Pelantikan Ananta Wahana sebagai Anggota DPR RI masa bakti 2019-2024, memberikan kesan tersendiri bagi warga, simpatisan, tim dan relawan pendukung salah satu tokoh pluralis Banten tersebut. Sejak malam sebelum pelantikan, yaitu Senin 30 September 2019, rumahnya di Kompleks Perumahan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang sudah banyak didatangi warga, mengucapkan selamat. Karangan bunga pun berjejer di sepanjang jalan, depan rumahnya.

Pagi, Selasa 1 Oktober 2019 saat Ia berada di gedung DPR RI, Senayan-Jakarta, untuk dilantik, warga dan simpatisan pun sudah ramai menunggu di rumahnya. Tampak pula adek-adek mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Tangerang. Mereka mengenakan batik beragam. Sekitar pukul 11:00 WIB, aneka hidangan serta hiburan pun tersaji, untuk merayakan hadirnya Sang Wakil Rakyat yang menjadi harapan Banten lima tahun ke depan. Terutama di daerah pemilihannya: Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Bukan makanan mahal dari restourant berbintang yang tersaji. Lontog Cap Gomeh Sayur Opor, Krecek, Soto Kudus, sate, Es Doger, Es Campur, Teh dan Kopi, serta Warung Angkringan sebagai hidangan rakyat yang istimewa. Performance musik Angklung Banyumasan pun “gayeng” menemani para tamu yang hadir.

Menurut Ko De Tomi, salah seorang tim relawan yang juga panitia “open house”, aneka hidangan ini datang dari para simpatisan serta pendukung Ananta Wahana, yang menaruh harapan besar untuk menjalankan amanah sebagai wakil rakyat yang benar-benar merakyat: dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat.

Acara dimulai sekitar pukul 15:00 WIB. Beberapa saat sebelum acara dimulai, beberapa rombongan pun ada lagi yang datang. Menempati meja-meja bulat di bawah tenda, halaman rumah Nomor 31 tersebut. Mereka adalah para tokoh dari lintas agama: Islam, Katholik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Penganut Kepercayaan Kejawen.

Ito Prajna Nugraha sebagai pembawa acara mengumumkan bahwa Sang Wakil Rakyat masih harus melaksanakan kewajiban sidang paripurna penetapan Ketua DPR RI, serta beberapa agenda di Gedung Senayan. Bisa hadir di tengah-tengah warga dan simpatisan diperkirakan malam di atas pukul 21:00 WIB. Pun demikian, acara tetap dimulai susai agenda. Acara dibuka dengan doa. Masing-masing tokoh agama berdoa, bergiliran dengan cara masing-masing.

Acara ramah tamah tanpa Ananta Wahana. Namun tidak mengurangi kemeriahaan “open house” hari itu. Lantunan tembang Jawa dengan irigan Angklung Banyumasan menjadi semakin meriah setelah satu persatu para tamu tampil ikut menyumbangkan lagu. Tembang Didi Kempot “Pamer Bojo” berkali-kali dinyanyikan. Lalu, Suket Teki hingga Bojo Galak-nya Via Vallen. Open House di hari pelantikan Ananta Wahana menjadi sebuah pesta rakyat yang sangat meriah. Suasana Gotong-royong dan Kebhinekaan nampak semakin semarak. Komunitas orang-orang Batak, Cina Benteng, para tokoh masyarakat urban dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta serta masyarakat lokal berbaur dalam kebersamaan.

Selepas Magrib, hiburan digantikan musik akuistik dari musisi jalanan Suara Anak Negeri, Kebon Nanas, Kota Tangerang. Tembang Batak, Jawa, dan masa kini dengan iringan gitar bolong, okulele dan jimbe itu semakin menambah kemeriahan. Kegembiraan semakin pecah pada sekitar pukul 21:15 WIB, ketika Ananta Wahana tiba dari Gedung Senayan. Haru biru menyambut kedatangan Sang Wakil Rakyat yang diserbu dengan ucapan selamat. Kedatangan Ananta Wahana ini disambut dengan tembang keroncong “Dinda Bestari”.

Kepada seluruh tamu yang ada, Ananta menyampaikan ucapan terimakasih, serta memohon maaf yang teramat dalam. Karena, kegiatan “open house” yang diinisiasi oleh para tim relawan, dan dimulai pukul 15:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB tersebut tetap berjalan lancar tanpa kehadirannya, dan semua masih menunggu hingga Ia usai melakukan Sidang Paripurnanya yang pertama di Gedung DPR RI, Senayan-Jakarta.

Open house yang dikemas secara sederhana namun sangat meriah ini, merupakan bukti bahwa rasa Kegotong-royongan dan Kebhinekaan Antara Ananta Wahan dengan warga, pendukung, tim dan simpatisan masih sangat kental. Holopis Kuntul Baris mesih menjadi simbul perjuangan yang sangat kuat dalam membangun rasa kebersamaan untuk mencapai titik puncak tujuan politiknya. Dan, kehadiran masyarakat, simpatisan dan relawan dari lintas etnik dan agama yang mengucapkan selamat dalam open house di hari pelantikannya sebagai Anggota DPR RI itu, juga tak dipungkiri bahwa Ananta Wahana hadir dan didukung oleh berbagai kelompok masyarakat.

Widi Hatmoko

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update