oleh

ASTRA Tol Tamer Kampanyekan Keselamatan Berkendara

LENSAPENA – PT Marga Mandalasakti (ASTRA Tol Tangerang-Merak) menggelar acara Kampanye Keselamatan Berkendara di Jalan Tol, Kamis 28 November 2019. Acara dilaksanakan di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di KM 68 arah Jakarta Ruas Tol Tangerang-Merak (Tamer).

Acara rutin yang dilakukan setiap tahun ini mengambil tema Kampanye Keselamatan Berkendara ASTRA Tol Tangerang-Merak Menuju #ZEROODOL 2020.

Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti, Kris Ade Sudiyono, mengungkapkan, tingkat kepatuham Kendaraan Angkutan Barang (KAB) di Jalan Tol Tamer masih rendah. Ia juga mengatakan, sebagai penghubung antara pulau Jawa dan Sumatera yang terhubung melalui Pelabuhan Merak, serta dengan berbagai kawasan industri di Jabodetabek, Tol Tanngerang-Merak, sering kali dilintasi oleh KAB yang kerap terindikasi melebihi batas muatan maupun modifikasi kendaraan angkutan barang yang tidak sesuai aturan muatan atau Overload dan Overdimension (ODOL).

Untuk itu, mensosialisasikan regulasi terkait ODOL dan mengajak pengguna jalan tol untuk mementingkan keselamatan sebagai prioritas utama bagi para transporter menjadi hal yang sangat utama.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian kami kepada para pengguna jalan tol untuk senantiasa memperhatikan tonase muatan kendaraan dan over dimensi agar perjalanan menjadi lancar, aman dan nyaman sampai ke tujuan. Serta sebagai wujud nyata mendukung penertiban ODOL, kami bersinergi bersama pihak-pihak terkait juga para transporter,” ungkap Kris Ade Sudiyono, Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti.

Dipaparkannya, pertumbuhan trafik rata-rata Tol Tangerang-Merak sebesar 10 persen ditiap tahunnya diimbangi dengan pertumbuhan 10 persen KAB dengan total 5,5 persen merupakan kendaraan overload.

Berdasarkan data tersebut, menurut Kris, menggambarkan tingkat kepatuhan KAB di jalan tol masih sangat rendah. Kendaraan ODOL tersebut menyebabkan terjadinya kerusakan perkerasan jalan serta kecepatan yang rendah mengakibatkan tingginya jumlah kecelakaan yang berdampak pada meningkatnya tingkat fatalitas kecelakaaan di jalan tol.

Sesuai surat edaran Dirjen Perhubungan Darat No. SE.02/AJ.108/DRDJ/2008, lanjut Kris, kendaraan harus mengikuti ketentuan beban maksimal tiap EXLE, jumlah berat yang diizinkan (JBI) dan jumlah berat kombinasi yang diizinkan (JKBI) dan jarak pada antar sumbu pada buku KIR.

Dan, sesuai Peraturan Menteri No 134 Tahun 2015 Kementerian Perhubungan tentang Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor di jalan bahwa penimbangan kendaraan bermotor terdiri atas mode statis dan mode dinamis (Weigh in Motion).

“Sejalan dengan komitmen kami dalam penerapan menuju Intelligent Transportation System, sejak tahun 2014 telah memanfaatkan teknologi Weigh in Motion (WIM) sebagai upaya pengendalian kendaraan ODOL dan hingga saat ini sudah terpasang pada Gerbang Tol Cilegon Barat, Cilegon Timur, Serang Barat dan Cikande. Kendaraan yang melintasi WIM, akan secara otomatis ditimbang dan diketahui bobotnya, jika melebihi kapasitas beban yang diizinkan akan diberi tiket khusus untuk keluar gerbang tol terdekat,” paparnya

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update