oleh

Benarkah Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Tukang Baso dan Ojol?

LENSAPENA – Terduga pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu 13 November 2019, mulai terungkap. Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku berinsial RMN (24). Pria ini disebut-sebut berprofesi sebagai pengemudi (driver) ojek online (ojol) dan penjual bakso bakar.

“Setahu saya dia jualan bakso bakar keliling. Selain itu, juga ojek online, gitu,” kata Kepala Lingkungan (Kepling) III Kelurahan Sei Putih Barat, Poetra.

Poetra mengaku, sudah lebih dari satu tahun tidak melihat terduga pelaku di rumah orang tuanya, Jalan Jangka Gang Tentram No 89B, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara.

“Sejak menikah, dia enggak di sini lagi. Katanya dia pindah sama istrinya ke Marelan,” ujarnya.

Pasca ledakan, petugas kepolisian langsung melakukan pemeriksaan di rumah terduga pelaku di Jalan Jangka Gang Tentram No 89B, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara. Dari hasil pemeriksaan, petugas membawa empat orang keluarga terduga, yakni tiga orang wanita dan satu orang laki-laki.

Semantara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, diidentifikasi berinisial RMN, berstatus sebagai mahasiswa.

“Pelaku atas nama RMN, 24 tahun, lahir di Medan, statusnya pelajar atau mahasiswa,” kata Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan.

Menurutnya, identitas pelaku tersebut diketahui dari hasil investigasi Tim Inafis Polri bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kemudian hasil tersebut dikuatkan dengan hasil identifikasi DNA pelaku yang dicocokkan dengan DNA kedua orang tua pelaku. Hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa RMN merupakan pelaku teror perorangan atau lonewolf.

“Pengembangan (kasus) masih dilakukan oleh tim di lapangan,” katanya.

Dedi menyebut, dalam melakukan aksinya, RMN melilitkan bom di pinggangnya.

Sejumlah barang bukti yang ditemukan tim Densus 88 di lokasi kejadian, di antaranya baterai 9 volt, pelat besi, paku berbagai ukuran, potongan kabel dan tombol switch on off.

Pelaku awalnya masuk melalui pintu depan Mapolrestabes Medan, kemudian berjalan menuju Kantor Bagian Operasi Polrestabes Medan. Sesaat kemudian, pelaku meledakkan diri.

Untuk diketahui, ada enam orang yang menjadi korban dalam aksi bom bunuh diri tersebut, yaitu empat anggota polisi, seorang pekerja harian lepas dan seorang warga sipil.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update