oleh

Berbentuk Segitiga, Lontong Tuyuhan Ternyata Memiliki Makna Cinta

LENSAPENA – Kabupaten Rembang, tepatnya wilayah Lasem dan sekitarnya dikenal sebagai daerah santri dan petilasan para wali, salah satunya adalah Sunan Bonang. Bukti bahwa daerah tersebut tempat petilasan wali, karena terdapat tempat yang disebut persujudan Sunan Bonang. Ini berada di Desa Bonang, tepatnya di dekat pengkolan tajam di Jalan Raya menuju Surabaya, atau di seberang bibir Pantai Bonang. Peninggalan lainnya adalah adanya beberapa makam ulama, serta bangunan yang disebut-sebut sebagai tempat Sunan Bonang.

Selain berbagai peninggalan yang erat kaitannya dengan Sunan Bonang, dalam mitologi Jawa orang-orang di daerah tersebut meyakini bahwa kearifan lokal dan ajaraan Islam yang diberikan oleh para pendahulu Islam di tanah Jawa itu terdapat pada beberapa kuliner khas daerah tersebut.

Salah satunya adalah Lontong Tuyuhan. Disebut Lontong Tuyuhan karena lontong ini awalnya dibuat oleh orang-orang di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang. Kecamatan Pancur sendiri dulunya adalah masuk dalam Kawedanan Lasem, sehingga tak heran jika sebagaian orang menganggap bahwa wilayah ini juga disebut-sebut sebagai Lasem.

Keunikan dari Lontong Tuyuhan sendiri adalah bentuknya yang segitiga. Lontong Tuyuhan dibuat dari bahan dasar beras pada umumnya, dan dibungkus menggunakan daun pisang. Daun pisang yang digunakan untuk membungkus Lontong Tuyuhan ini biasanya adalah daun pisang sobo.

Bentuk segitiga pada Lontong Tuyuhan ini bukan semata-mata hanya hasil kreativitas orang-orang yang membuat lontong tersebut. Bentuk segitiga memiliki arti tersendiri. Segitiga memiliki tiga sudut runcing, yang artinya adalah tiga tujuan cinta: yakni cinta kepada Tuhan, cinta kepada alam dan cinta kepada sesama makhluk hidup.

Nah, buat yang penasaran ingin menikmati lezatnya Lontong Tuyuhan ini, bisa datang ke sentra kuliner Lontong Tuyuhan di Desa Tuyuhan, atau sekitar 5 kilometer ke arah selatan jika dari Alun-alun Lasem.

Lontong Tuyuhan ini dimakan dengan opor ayam kampung yang dimasak dengan rempah warisan para leluhur pencetus kuliner tersebut. Harga Lontong Tuyuhan ini harganya pun sangat terjangkau, tidak lebih dari Rp20 ribu perporsi.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update