oleh

Dag Dig Dug, Jelajah Offroad di Kawasan Wisata Bumi Ciwidey

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Di Bandung, selain Cikole tempat wisata jelajah offroad yang tak kalah menantang dan memacu adrenalin adalah Ciwidey, yaitu kawasan wisata eksplorasi yang terletak di sebelah selatan daerah tersebut. Ciwidey berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Bandung.

Jumat, 1 November 2019, dalam kegiatan Press Gathering, lensapena.id ikut menjelajah kawasan agribisnis dan wisata yang diresmikan pada tahun 1999 tersebut dengan menelusuri jalur offroad sepanjang 4 kilometer. Sekitar pukul 16:30 WIB, tim peserta Press Gathring mulai memasuki jalur offroad. Sebelum menembus perjalanan memasuki kawasan hutan serta perkebunan teh di atas perbukitan yang terjal dan diliputi jurang, terlebih dahulu tim rombongan sejenak berkumpul untuk mendapatkan pengarahan dari pemandu wisata.

Baca juga: Sekarang Bayar Tagihan Air Aetra Bisa di Warung Mitra Ottopay

Bebeberapa ratus meter perjalanan dari gerbang jalur offroad, peserta yang terdiri dari para Jurnalis Tangerang ini, mulai merasakan peristiwa-peristiwa yang mendebarkan. Kendaraan Land Rover tua yang mengangkut para Jurnalis itu, oleng, miring ke kanan dan berbenturan dengan dinding tanah yang mengapit jalan jalur offroad selebar kurang lebih 4 meter itu. Sontak saja, beberapa penumpang yang duduk di bangku sebelah kanan berteriak kaget, karena kepalanya nyaris kejedot dinding tanah.

“Awas, jangan ada anggota badang yang keluar!” Kang Maja, driver gondrong itu memberikan aba-aba.

“Ini pas musim kemarau, coba kalau pas musim hujan, jalanannya licin, bisa lebih seru. Tapi ya begitu, harus hati-hati dan konsentrasi. Jangan sampai mengeluarkan anggota badan. Karena bisa trbentur tanah, atau kalau enggak kesabet sebak belukar,” imbuh pria yang mengaku sudah sejak 2005 menjadi driver offroad di wilayah Bandung itu.

Baca juga: Kekeringan, Pemkab Tangerang Terus Distribusikan Bantuan Air Bersih

Beberapa puluh meter ke depan, kendaraan Land Rover itu kembali oleng. Kali ini miring ke kiri, dan menghantam dinding tanah di yang mengapit jalan di sebalah kiri. Tak hanya nyaris kejedot dinding tanah, semak ranting pun siap menyabet muka dan kepala jika lengah, atau sedikit saja bagian badan keluar dari batas bodi mobil yang terbuka.

Puluhan meter maju ke depan lagi, kejadian serupa pun terulang. Dinding tanah yang mengapit jalanan berlubang dan bebatuan kembali menghadang. Benturan serupa tak bisa dihindari. Oleng ke kanan dan ke kiri membuat sensasi perjalanan sore itu semakin mendebarkan. Ditambah lagi dengan semakin menebalnya kabut yang menyelimuti bumi Ciwidey.

Tepat di pertengah jalur offroad, ketegangan menjadi sedikit reda setelah beberapa mobil yang berada di depan tiba-tiba berhenti. Sang driver, Kang Maja, mengisyaratkan bahwa lokasi ini adalah spot foto paling menarik sepanjang perjalanan.

Baca juga: 100 UMKM Jalin Kerjasama dengan PT. Shopee International Indonesia

Kabut putih yang mulai redup mengurung perbukitan Ciwidey membuat pemandangan menjadi semakin unik. Ribuan kebun teh yang menghampar ke bawa, tampak mengintip dari bawa kabut. Moment ini tak dilewatkan oleh tim Press Gathering untuk ber-swafoto, mengabadikan peristiwa yang jarang ditemukan oleh para Jurnalis Tangerang ketika berada di sela-sela tugas Jurnalistiknya.

Kurang lebih 15 menit setelah berfoto ria, ketegangan pun kembali kambuh setelah driver mobil-mobil Land Rover tersebut menancapkan gasnya di jalanan terjal setengah curam. Namun, ketika mendapatkan kebali ribuan kebun teh yang menghampar, serta melintas di Situ Patenggang, ketegangan itu kembali reda. Dag dig dug digantikan dengan pemandangan alam senja yang begitu menakjubkan.

Rachmad Halawa, salah seorang Jurnalis media online yang ikut dalam perjalanan sore di bibir senja di bumi Ciwidey itu, mengaku bahwa hal yang paling menarik dalam perjalanan offroad tersebut lebih kepada bagaimana para awak media yang sehari-hari pertugas meliput berita, disatukan dengan rasa kebersamaan dalam situasi yang berbeda dengan hari biasanya.

Baca juga: KLP Gelar Workshop Dongeng Gaya Kang Budi Euy

Komentar

News Update