oleh

Hobi Berarung Jeram? Perhatikan 6 Hal Berikut Ini!

LENSAPENA – Arung Jeram adalah berpetualang mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat ekstrim, berkelok dan banyak bebatuan. Arung jeram atau Refting mulai populer sejak abad ke-19, dan dipelopori oleh salah seorang Pramuka dari Amerika, John Mecgregor saat memimpin sebuah ekspedisi di sungai Colorado. Seiring perkembangan waktu, Arung Jeram atau Refting ini menjadi salah satu olahraga yang banyak disukai, tidak hanya di negara asalnya, tapi juga di Indonesia.

Bahkan, di Indonesia sendiri kegiatan Arung Jeram atau Refting ini menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak digandrungi banyak kalangan. Sehingga, tak heran jika banyak sekali tempat-tempat yang dijadikan sebagai obyek wisata ketangkasan berpetualang mengarungi sungai tersebut.

Nah, bicara soal Arung Jeram atau Refting ini, meskipun menyenangkan ternyata banyak sekali risikonya.Untuk itu, sebelum bermain-main dengan aktivitas atau olahraga yang satu ini hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini:’

Perhatikan kelengkapan
Memperhatikan kelengkapan sebelum Arung Jeram menjadi sangat penting, karena menyangkut keselamatan. Perlengkapan yang menjadi persyaratan wajib untuk Arung Perahu karet (boat), Pelampung (life jacket), Pelindung kepala (helm), Dayung (paddle), Tas kedap air (Dry bag), Tali Lempar (Throw bag), Pompa (Pump) dan P3K Kit (First aid).

Tubuh sehat dan prima
Untuk mengarungu jerang sungai diimbau untuk berbadan sehat, tidak dalam keadaan mabuk, dan hamil. Kondisi badan prima akan membuat nyaman saat mengarungu jeram.

Tunjuk operator yang memiliki izin wisata
Melakukan Arung Jeram atau Rifting, hendaknya memilih operator yang memiliki izin wisata dari pemerintah kabupaten setempat atau Kementerian Pariwisata. Biasanya, operator yang punya izin wisata memiliki standar opersional prosedur (SOP) untuk melakukan kegiatan wisata meliputi keamanan dan asuransi wisata.

Perhatikan instruksi operator
Sebelum memulai mengarungi jeram perhatikan penjelasan instruksi keselamatan berupa medan sungai yang dilalui, sikap tubuh selama mengarungi jeram, dan cara memakai perlengkapan keselamatan.

Ukur kemampuan diri
Bila tubuh terasa sudah tidak kuat misalnya dingin dan terlalu banyak terbentur batu, mintalah ke pemandu untuk berhenti. Beristirahat sejenak bisa memulihkan kondisi tubuh.

Selalu waspada
Risiko kecelakaan selalu ada dalam setiap kegiatan wisata petualangan. Perhatikan perubahan tanda-tanda alam seperti hujan, kenaikan debit air sungai, dan tanda-tanda alam lain.

Silahkan pilih obyek wisata Arung Jeram yang Anda sukai, dan lakukan dengan senang hati, serta memperhatikan standar keselamatan.

BACA JUGA:
Water World Punya 20 ‘Life Guard’ Berpengalaman
Ke Gunung Kidul, Cicipi Kudapan Istimewa Restoran Jadhug

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update