oleh

Kepala Distrik Asal Papua Barat PKL di Panongan

LENSAPENA – Pemerintah Kabupaten Tangerang menjadi lokus praktek lapangan Program Profesi Kepamongprajaan IPDN Cilandak, Jakarta. Program profesi kepamongprajaan ini untuk menambah pengetahuan mengenai penyelenggaraan pemerintah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi ASN yang berada di level pimpinan dan bukan latar belakang pemerintahan, atau lulusan IPDN.

Direktur Profesi Kepamongprajaan Bidang Kemahasiswaan IPDN Cilandak Jakarta Selatan, Margaretha Rumbekwan, mengatakan bahwa sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang sistem pemerintahan daerah, yaitu pasal 220 tentang promosi kepamongprajaan bagi camat tertulis untuk menduduki jabatan camat ASN harus memiliki kualifikasi kepamongprajaan pemerintahan.

Antonius Alexs Marani seorang Kepala Distrik atau Camat Wasior di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat yang melakukan PKL di Kecamatan Panongan, mengatakan, bersama beberapa temannya sudah hampir merampungkan pendidikan profesinya selama 9 bulan di IPDN, dan diharuskan terjun langsung ke lapangan untuk PKL sebagai salah satu sarat akan kelulusannya. Dia ditempatkan bersama dua orang temanya di Kecamatan Panongan.

“Dengan kehadiran Saya di sini dalam rangka tugas belajar yang diberikan pemerintah daerah di Papua kepada saya untuk mengambil sekolah ilmu pemerintahan profesi di IPDN Cilandak Jakarta Selatan selama kurang lebih 9 bulan dan akan berakhir pada bulan Desember nanti,” ungkapnya.

Antonius merupakan siswa program profesi dari IPDN Cilandak Jakarta Selatan. Dia dikirim dari Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat bersama tujuh kepala distrik untuk melakukan pendidikan profesi pemerintahan di IPDN, karena Ia sebagai Camat Wasior di Kabupaten Teluk Windaman.

Dia dan beberapa temannya sudah hampir merampungkan pendidikan profesinya selama 9 bulan di IPDN dan diharuskan terjun langsung ke lapangan untuk PKL sebagai salah satu sarat akan kelulusannya.

Antonius pun mengungkapkan kekagumannya kepada Kabupaten Tangerang, khususnya di Kecamatan Panongan yang dinila ada beberapa perbedaan dibanding di Papua.

“Saya ditugaskan melaksanakan PKL di Kecamatan Panongan, yaitu tentang tata kelola pemerintahan. Pada pelaksanaannya antara di Tangerang dengan Papua memang ada sedikit berbeda, dan antusiasme pemerintah dengan lintas sektoral, tokoh agama dan masyarakat terjalain hubungan yang baik,” paparnya.

Dia berharap apa yang didapatkan di Kampus IPDN, terutama di Kecamatan Panongan tersebut bisa diterapkan dan diaplikasikan di Papua. Sehingga nantinya Papua terutama di Kabupaten Teluk Windoman bisa meniru apa yang ada di Panongan.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update