oleh

Klub Land Rover Bandung: Tidak Sekadar Hobi, Tapi Juga Sumber Rezeki

LENSAPENA – Melihat potensi wisata jalajah offroad di wilayah Bandung yang cukup menggairahkan, menjadikan pencinta mobil tua, terutama Land Rover tidak sakadar sebuah hobi, tapi juga menjadi sumber mata pencaharian. Bayangkan saja, dalam sekali event, perunit Land Rover bisa mendapatkan uang hingga Rp1,7 jutaan.

Kang Maja, salah seorang pancinta mobil tua Land Rover di Bandung, saat ditemui dalam event jelajah offroad para Jurnalis dari Tangerang di Ciwidey, Jumat 1 November 2019, menjelaskan bahwa satu kali event biasanya seharian, dengan batas waktu hingga pukul lima sore. Pun demikian, dalam menyusuri jalur jelajah offroad ini, hanya beberapa jam saja, yaitu 2 hingga 3 jam, tergantung letak kesulitan medan yang dilalui.

Baca juga: Dag Dig Dug, Jelajah Offroad di Kawasan Wisata Bumi Ciwidey

Apalagi jika musim hujan, bisa memakan waktu lebih lama. Karena licinnya jalan serta kubangan berair di sepanjang penjelajahan offroad, bisa memakan waktu lebih lama. Terlebih jika kondisi mobil kepater.

“Kalau sekali event itu biasanya satu juta tujuh ratus ribu, sampai jam limaan sore. Kalau waktu perjalanan, itu tergantung kondisi jalan. Kalau musim kemarau begini relatif cepat, karena mobil jarang kepater,” ujar Kang Maja.

Pria yang sudah menggeluti hobi, dan menjadikan hobinya tersebut sebagai salah satu sumber rezeki itu, harus menyisihkan uang sekitar Rp500 ribu sebagai biaya perawatan dalam setiap kali event. Untuk bahan bakar sendiri, mobil Land Rover keluaran tahun 1981 yang ia miliki menggunakan bensin. Sedangkan perawatan meliputi ganti oli, dan jika ada onderdil yang rusak, tetapi tidak setiap kali event ia harus merogoh kocek perawatan ini.

Baca juga: Sekarang Bayar Tagihan Air Aetra Bisa di Warung Mitra Ottopay

“Kalau yang paling sering ganti itu, as roda dan sokbreker, karena kan setiap kali event di jalanan yang begitu (rusak dan berlumpur-red). Kalau yang lainnya paling ganti oli. Kalau haban bakar itu pasti. Kita pakai bensin, tapi kalau untuk yang lain ada yang udah dimodivikasi pakai solar,” papar Kang Maja.

Untuk lokasi offroad sendiri, Kang Maja dengan teman-teman di klub-nya, tidak hanya di kawasan Ciwidey saja, tapi terkadang juga di Cikole. Sesuai dengan permintaan klien.

Sensasi perjalanan menyusuri jalur offroad ini, kata Kang Maja, masing-masing memiliki sensasi yang berbeda. Jika di Cikole, penjelajah bisa mnyusuri jalur offroad yang membelah hutan pinus di wilayah Lembang yang terletak kaki Gunung Tangkuban Perahu sepanjang 20 kilometer. Sepanjang perjalanan, selain hanya disuguhi pemandangan hutan pinus dengan semak belukar, jalur offroad di sini lebih menantang, karena jalurnya lebih panjang.

Sedangkan di Ciwidey, selain sensasi jalanan yang terjal dan berlubang, penjelajah offroad akan disuguhkan indahnya panorama ribuan hektar kebun teh yang menghampar. Selain itu, juga akan menemukan Situ Patenggang ketika akan keluar dari jalur offroad. Penjelajah bisa sejenak menikmati cantiknya pemandangan di Situ Patenggang.

Baca juga: KLP Gelar Workshop Dongeng Gaya Kang Budi Euy

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update