oleh

Pernah Lihat Batu Tetek? Ternyata Ada di Rumah Kayu Goen Panongan!

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Batu yang satu ini bentuknya unik. Sengaja dibuat menyerupai payudaya wanita. Bentuknya pun dibuat sedemikian rupa: bulat lonjong, dan diujungnya dibentuk menyerupai puting payudara.

“Ini namanya batu tetek!” Ujar Yudianto, pria penunggu bangunan rumah kuno di Kampung Cipari, Desa Ciakar, Kecamatan, Panongan, Kabupaten Tangerang.

Rumah itu diberi nama Rumah Kayu Goen. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 6000m2 ini, sebelumnya adalah rumah milik Goenawan Wijaya. Nama Rumah kayo Goen sendiri diberikan oleh Mantan Bupati Tangerang Ismed Iskandar. Oleh Ismed Iskandar diambil dari nama depan sang pemilik rumah, serta karena bangunan tersebut terdiri dari kayu, dan banyak benda-benda kuno yang terbuat dari kayu.

Soal nama batu unik yang menyerupai salah satu anatomi tubuh paling sensitif pada wanita tersebut, kata Yudianto, karena bentuknya menyerupai payudara. Batu tetek ini adalah salah satu benda kuno atau cagar budaya. Benda ini pun dibawa dari daerah Jawa Timur, yaitu dari sebuah candi yang bernama Candi Sumber Tetek di di Desa Belahan, Wonosunyo, Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan catatan sejarah, Candi Sumber Tetek atau sebagian orang ada yang menyebut Candi Belahan ini dibangun oleh Raja Airlangga pada pada 1009 Masehi atau pada masa Kerajaan Kahuripan.

“Batu ini dipercayai sebagai lambang kesuburan, dan batu ini dibawa dari daerah Jawa timur tidak jauh dari Candi Sumber Tetek,” katanya.

Selain Batu Tetek, di Rumah Kayu Goen ini juga terdapat beberapa benda bersejarah lainnya seperti kereta api yang dibuat pada 1901 dari Jerman, Kandang kerbau yang usianya sudah lebih dari 100 tahun, dan rumah kebaya (rumah orang Cina Benteng) yang sudah berusia lebih dari 300 tahun. Di dalam rumah kebaya sendiri terdapat benda-benda peralatan rumah tangga, serta perabotan yang digunakan oleh orang-orang Cina Benteng tempo dulu.

Komentar

News Update