oleh

Wow! Soal Dugaan Pungli PTSL RW Sebut Lurah Gondrong Terima Bagian?

LENSAPENA | Terkait ungkapan Alan Mustika, salah satu tokoh masyarakat Gondrong soal maraknya Pungutan Liar (Pungli) di Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) beberapa waktu lalu, berbuntut saling tuding antara RW dengan Lurah Gondrong.

Pantauan lensapena.id, dalam rekaman berdurasi 15.07 detik, (R) salah satu Ketua RW di wilayah Kelurahan Gondrong mengungkapkan soal pungli PTSL di wilayahnya sudah bukan rahasia umum lagi.

Ada juga ucapan RW tersebut menyebut bahwa Lurah Gondrong BS tidak bertanggung jawab setelah menerima bagian dari sejumlah RT dan RW se- Kelurahan Gondrong.

“Saya ngomong begini karna saya punya tanggung jawab, masa sih RT RW makan dewek, lurah kan tanda tangan, meriksa berkas, karna secara konsensus dan secara perjanjian lurah tidak boleh ikut terlibat di dalam itu (pungli), kalau dia (lurah) bermain-main di dalam situ, kena!!! Karna kalau saya intervensi bilang lurah mintain berapa-berapanya engga boleh, emang dari awal sebelum diambil lurah sudah begitu perjanjianya,” ungkap R, salah satu Ketua RW di Kelurahan Gondrong dalam keterangan yang diterima lensapena.id, Sabtu 30 November 2019.

R mengatakan, dirinya berencana akan mendorong seluruh RT dan RW se- Kelurahan Gondrong jika sikap lurah tersebut masih bersih keras tidak mau mengklarifikasi.

Sementara menurut keterangan Lurah BS melalui R mengatakan, bahwa dalam persoalan tersebut dirinya (lurah) merasa tidak dilibatkan dan tidak tau menau.

“Saya kan pak RW engga dilibatin dan engga tau menau,” ujar R menyampaikan keterangan Lurah Gondrong BS.

Persteruan yang terjadi di lingkup Kelurahan Gondrong itu diawali dengan adanya pengakuan sejumlah warga Gondrong saat mengikuti program PTSL dipungut biaya sebesar Rp2,5 juta.

Namun begitu, hingga berita ini diterbitkan Lurah Gondrong BS enggan memberikan keterangan.

Banner IDwebhost

Komentar

News Update