oleh

37 Napi di Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang Bebas Bersyarat

LENSAPENA | Sebanyak 37 Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang) bebas bersyarat, Jumat 20 Desember 2019.

Pembebasan bersyarat untuk Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) itu berdasarkan Crash Program Pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas Serta Pembebasan Bersyarat Bagi Anak Didik dan Narapidana.

Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, pembebasan bersyarat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Slamet Prihantara didampingi Plt. Kepala Lapas Pemuda Tangerang, S.E.G Johannes, serta jajaran pejabat struktural Lapas Pemuda Tangerang.

“Saya terharu, pesan saya agar para WBP yang mendapat Crash Program pembebasan bersyarat bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya, serta menjadi babak baru dalam lembar kehidupan kalian,” ungkap Slamet dalam keteranganya kepada wartawan.

Di hadapan para WBP tersebut, Slamet mengingatkan agar Crash Program yang tengah diberikan dapat dipertanggung jawabkan peraturanya. 

Crash Program bagi narapidana ini terintegrasi online Sistem Database Permasyarakatan (SDP) dan dipantau langsung oleh Kalapas Pemuda Tangerang S.E.G Johannes, beserta Kepala Seksi Binadik Lapas Pemuda Tangerang, Bondan W.K. Dusak, dan direalisasikan oleh seluruh jajaran Bimkemaswat dibawah pimpinan Kepala Sub Seksi Bimkemaswat, Gilang Riflianto.

Kegiatan ini sendiri berdasarkan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-1386.PK.01.04.06 tahun 2019 tentang Pelaksanaan Crash Program Pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas Serta Pembebasan Bersyarat Bagi Anak Didik dan Narapidana.

Selain itu, surat edaran tersebut juga menyoroti kondisi overcrowding di sebagian besar Lapas dan Rutan di Indonesia. Berdasarkan SDP dimana terjadi kelebihan muatan hingga 105% dari kapasitas total UPT Pemasyarakatan di Indonesia yang hanya berkapasitas 130.445 orang.

“Kami kira program ini (Crash Program) ini sangat baik, terlebih untuk menanggulangi kelebihan muatan di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia, mengingat saat ini Lapas Pemuda Tangerang juga mengalami hal serupa, karna kapasitas yang hanya 1.251 orang, namun diisi hampir 3.000 orang,” ungkap S.E.G Johannes.

Lebih jauh Johanes mengatakan, Crash Program Pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas Serta Pembebasan Bersyarat ini diberikan kepada Narapidana tindak pidana umum atau yang tidak terkait dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 (PP 99) yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update