oleh

Ternyata, Arapaima Bisa Merusak Habitat Ikan Lokal

LENSAPENA | Arapaima atau arapaima gigas adalah jenis ikan predator yang hidup air tawar. Ikan terbesar di dunia yang panjangnya bisa mencapai 3 meter dengan berat 200 kilogram ini berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan.

Dalam beberapa hari ini warganet dihebohkan dengan adanya jenis ikan predator yang harganya cukup mahal tersebut ada di Kali Brantas, Mojokerto, Jawa Timur. Mencuatnya arapaima gigas ini setelah ramai viral di media sosial.

Baca juga: Kapolda Banten: Sinergitas TNI/Polri Wujudkan Pemilu Aman dan Kondusif

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rina menjelaskan, jenis ikan ini berbahaya jika dibudidayakan di Indonesia. Karena, arapaima gigas ini bisa memakan hampir semua hewan yang bisa ditelan, terutama ikan yang berukuran kecil dan hewan-hewan lain yang ada di permukaan air.

“Habitat asli spesies ini berasal dari sungai Amazon yang mempunyai iklim tropis, sehingga penyebarannya ada pada daerah iklim tropis seperti Indonesia, Australia bagian utara, Papua Nugini, Amerika Selatan,” kata Rina.

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden, Polresta Tangerang Siagakan 800 Personil

Makanan utama ikan arapaima gigas adalah ikan-ikan yang ukurannya lebih kecil, meskipun terkadang ikan tersebut bisa memakan unggas, katak atau serangga yang berada di dekat permukaan air.

Arapaima gigas juga dikenal sebagai pembawa parasit golongan protozoa, serta dapat melukai manusia pada saat ditangkap.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berharap, berbagai pihak dapat menyosialisasikan kepada masyarakat secara luas terkait bahayanya memasukkan hingga membudidayakan ikan arapaima di kawasan perairan wilayah Indonesia.

Baca juga: Pasca Penusukan Wiranto, 22 Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 Mabes Polri

“Peristiwa (ikan arapaima) ini harus disosialisasikan atau dikampanyekan kepada masyarakat, banyak yang tidak tahu apa itu ikan arapaima dan mengapa tidak boleh dilepasliarkan,” ungkap Susi Pudjiastuti.

Susi juga mencemaskan adanya berbagai pihak yang memelihara ikan arapaima tersebut dengan alasan hobi atau pun senang. Namun, jika karena sebab seperti halnya malas memberi makan atau tidak tega mematikannya lalu melepaskan ikan tersebut begitu saja ke sungai-sungai di wilayah Indonesia, ini akan merusak habitat ikan lokal.

Untuk itu, Susi menegaskan, BKIPM KKP bersama pihak lainnya seperti Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dapat menjerat pelaku pelepasan dan pemelihara ikan arapaima gigas tersebut.

Baca juga: Polemik Pilkades di Tangerang, Pelapor ke Ombudsman Bertambah 12

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update