oleh

Budidaya Sawi Putih Hidroponik Hanya Butuh Keulatan

LENSAPENA | Sawi putih atau Brassica rapa adalah kelompok Pekinensis, yaitu suku sawi-sawian atau Brassicaceae. Disebut sawi putih karena daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya putih. Sawi putih beraroma khas namun netral.

Tumbuhan ini juga dikenal sebagai sayuran olahan dalam masakan Tionghoa. Karena itu banyak orang juga menyebutnya Sawi Cina. Selain Sawi Cina, sebutan lain dari sawi putih adalah petsai. Sawi putih juga banyak dijadikan olahan makanan pada asinan (diawetkan dalam cairan gula dan garam), dalam cap cai, atau pada sup bening.

Sawi putih hanya tumbuh baik pada tempat-tempat sejuk, sehingga di Indonesia ditanam di dataran tinggi. Tanaman ini dipanen selagi masih pada tahap vegetatif (belum berbunga). Bagian yang dipanen adalah keseluruhan bagian tubuh yang berada di permukaan tanah. Produksinya tidak terlalu tinggi di Indonesia.

Nah, bicara soal sawi putih, ternyata tumbuhan ini bisa tumbuh tidak perlu ditanam di dataran tinggi. Karena tumbuhan tersebut juga bisa ditanam dengan sistem hidroponik.

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Salah seorang warga di Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Feri Manurung, mengaku pernah bereksperimen menanam tumubuhan sawi putih tersebut. Menurutnya, bertanam sawi putih dengan cara hidroponik ini cukup mudah, hanya saja butuh keuletan dan ketelatenan.

“Kalau saya membuat tanaman hidroponik ini menggunakan pipa paralon yang diinstalasi sesuai dengan kebutuhan tanaman, baik dalam cara membuat lubang, atau menata agar tanaman bisa tumbuh lebih baik. Tidak ada tingkat kesulitannya selama kebutuhan nutrisi tercukupi,” ujar Feri Manurung.

Dari hasil eksperimen yang dia lakukan, kata Feri, proses penanaman hingga sawi putih layak dipanen membutuhkan waktu antara 30 hingga 60 haru. Namun dalam usia 45 hari, tanaman sawi putih ini sudah bisa dipetik, dan diolah mejadi aneka makanan yang sehat dan bergizi.

“Butuh waktu tiga puluh sampai enam puluh hari. Tapi rata-rata usia empat puluh lima sudah bisa dipanen,” katanya.

Untuk diketahui, sawi mengandung banyak gizi yang bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker, dapat menyehatkan tulang, serta ampuh mencegah penyakit diabetes. Oleh sebab itu, sawi banyak dikonsumsi oleh pasien-pasien rumah sakit yang mengidap penyakit tertentu. Cita rasa dari salah satu jenis sayuran ini pun akan terasa nikmat jika bumbu memasaknya lezat. Tidak jarang sawi dijadikan sayuran nomor satu untuk dimasak dibanding jenis sayuran lain.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE