oleh

Dalam Setahun Polda Banten Amankan 928 Orang Tersangka Narkoba

LENSAPENA | Dalam satu tahun, terhitung sejak Januari hingga Desember 2019, Polda Banten telah mengungkap sebanyak 732 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari 732 kasus tersebut, telah mengamankan sebanyak 928 orang tersangka.

Dirnarkoba Polda Banten Kombes Pol Yohanes Hernowo, menjelaskan, data tersebut meningkat dari tahun sebelumnya (2018) yang hanya 644 kasus dengan jumlah 804 orang tersangka.

Berdasarkan data yang ada, kasus penyalahgunaan narkoba tertinggi terdapat di wilayah hukum Polres Tangerang, yaitu 333 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 385 orang. Kemudian disusul Polda Banten dengan jumlah 102 kasus dan 145 orang tersangka. Berikutnya adalah Polres Serang, yaitu sebanyak 64 kasus dengan 78 orang tersangka.

Selanjutnya adalah Polres Cilegon, yaitu sebanyak 91 kasus dengan 117 orang tersangka. Polres Serang Kota sebanyak 62 kasus dengan 93 orang tersangka. Pandeglang sebanyak 42 kasus dengan 55 orang tersangka. Dan, terakhir adalah Polres Lebak, yaitu sebanyak 37 kasus dengan 54 orang tersangka.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah narkoba jenis sabu sebanyak 3,7 kilogram, ganja sebanyak 234 kilogram, tembakau gorilla sebanyak 627 gram, ekstasi sebanyak 36 butir, zenith sebanyak 201, 853 gram, psikotropika 42 butir dan obat-obatan keras sebanyak 494.972 butir.

“Jelas ada kenaikan pada tahun 2018, tindak pidana hanya 644 kasus. Sedangkan sekarang sebanyak 732 kasus, biasanya setiap tahunnya naik sekitar 100 kasus,” kata Kombes Pol Yohanes Hernowo kepada wartawan, Selasa 10 Desember 2019.

Yohanes juga mengungkapkan, pelaku penyalahgunaan narkoba didominasi oleh golongan pengangguran alias tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan untuk pelajar masih terhitung sedikit.

“Golongan rata-rata, pelajar hanya sedikit, kebanyakan pengangguran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yohanes mengungkapkan peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) tertinggi terjadi di wilayah Tangerang. Hal tersebut tercermin dari banyaknya pengungkapan kasus dan penyitaan barang bukti peredaran narkoba di kota itu selama tahun terakhir.

“Wilayah Tangerang karena komposisi masyarakat disana dikenal heterogen karena berbatasan dengan Ibukota Jakarta dan memiliki berbagai persoalan dari kemiskinan, kriminalitas. Beda halnya dengan wilayah Lebak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi P. mengimbau masyarakat bisa berperan membantu kepolisian dengan memberikan informasi terkait peredaran maupun penyalahguna narkoba. Sehingga, kasus penyalahgunaan narkoba bisa ditekan.

“Dengan adanya peran serta masyarakat diharapkan bisa menjadi upaya menekan tingkat peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di Banten maupun lingkungannya masing-masing,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE