oleh

Dihibur Campursari, Ananta Ngobrol Santai Sambil Serap Aspirasi

LENSAPENA | Menjaring aspirasi melalui kegiatan reses oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana, dilakukan di beberapa titik di wilayah Tangerang. Berbagai aspirasi pun terserap, dan menjadi catatan: mana yang menjadi tugas pokok dan fungsi atau tupoksi-nya sebagai Anggota Komisi VI, serta mana yang menjadi kewenangan wakil rakyat kota/kabupaten dan provinsi.

Ada yang unik dalam “road show-nya” menjaring aspirasi konsituennya, yaitu ketika ia menggelar reses di GOR Kecamatan Larangan, Kamis 24 Desember 2019. Dalam kegiatan yang diikuti oleh tak kurang 200 orang warga dari wilayah tersebut, Ananta Wahana disuguhi kesenian musik campursari. Seni campursari adalah jenis musik kontemporer yang berakar pada seni musik tradidional Jawa, atau gamelan.

Dalam kesempatan itu, Ananta berbaur bersama ratusan warga menikmati hiburan rakyat campur sari sambil berdialog santai, menyerap aspirasi konsituennya.

“Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga upaya melestarikan budaya. Apalagi campur sari ini gak cuma akrab di kalangan orang tua atau orang Jawa, semua kalangan tua muda ikut menikmati hiburan ini,” ujar Politisi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III tersebut.

Dalam kesempatan ini pula, sejumlah aspirasi masyarakat terkait pembangunan fasilitas ditampung Ananta dan timnya. Ananta mengaku bakal berupaya maksimal memenuhi sejumlah aspirasi tersebut. Salah satunya melalui birokrasi pemerintahan Kota Tangerang.

“Sudah lima kali saya menjadi wakil bapak, ibu dari Tangerang ini. Pengalaman selama 20 tahun lebih menjadi abdi rakyat ini membikin saya teliti menangani persoalan. Kalau yang memang bisa langsung, saya tangani saya akan tangani. Tapi kalau pun tidak, salurannya ke wakil bapak, ibu sekalian di DPR Kota atau provinsi,” terangnya.

Ratusan warga yang hadir dalam Reses Ke-1 Masa Sidang Tahun 2019 DPR RI ini, dihadir oleh sejumlah perwakilan kelompok masyarakat di wilayah Kecamatan Larangan, baik kelompok berlatar belakang agama, maupun suku.

“Kota Tangerang ini beragam latar belakang. Ini keuntungan, berbeda itu kan rahmat. Saya harap kebhinnekaan di Kota Tangerang ini terus terpelihara dan terjaga,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE