oleh

DPMPTSP Sebut Tempat Spa di Wilayah Panongan Tidak Terdaftar

LENSAPENA | Soal maraknya tempat Spa di wilayah Kecamatan Panongan, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang menyebut bahwa sejauh ini pihaknya tidak mengeluarkan Persetujuan Tanda Daftar Usaha Pariwisata. DPMPTSP juga menyimpulkan bahwa tempat Spa tersebut diduga ilegal.

Kepala Bidang Perizinan dan Pelayanan pada DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Yudiana, menjelaskan bahwa untuk mengurus perizinan berusaha, baik perorangan maupun non perorangan, saat ini telah terintegrasi secara elektronik melalui Online Single Submission (OSS), dan secara sektoral domainnya ada di pemerintah pusat. Dan, setelah pemohon berusaha disetujui oleh Lembaga OSS, kemudian keluar yang namanya Nomor Induk Berusaha (NIB).

Namun demikian, kata Yudiana, setelah Lembaga OSS mengeluarkan NIB, pemohon berusaha, baik perorangan maupun non perorangan wajib melakukan pemenuhan komitmen dengan berbagai syarat secara teknis yang semua sudah diatur oleh undang undang kepada DPMPTSP setempat. Dari situlah, setelah semua persyaratan dipenuhi, DPMPTSP mengeluarkan Persetujuan Tanda Daftar Usaha sesuai dengan sektor usaha yang diajukan oleh pemohon. Dan, Persetujuan Tanda Daftar Usaha yang dikeluarkan oleh DPMPTSP tersebut, kata Yudiana, kemudian masih diajukan kembali ke OSS untuk mendapatkan izin usaha dari Lembaga OSS.

“Semua izin usaha sekarang itu masuk melalui OSS, sektoral melalui pusat. Dari OSS diwajibkan melakukan pemenuhan komitmen untuk mendapatken persetujuan tanda terdaftar usaha di DPMPTSP setempat. Lalu memproses permohoannya, berdasarkan pemenuhan syarat-syarat teknis, sesuai undang-undang. Kalau memenuhi syarat, Persetujuan Tanda Daftar Usaha dikeluarkan sesuai dengan bidang usaha yang diajukan oleh pemohonan,” papar Yudiana kepada lensapena.id, Selasa 10 Desember 2019.

Melihat tidak adanya satu pun tempat usaha Spa yang terdaftar di DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Yudiana menyimpilkan bahwa jika ada tempat usaha Spa di wilayah Panongan yang beroperasi, diduga tidak memiliki izin alias ilegal.

“Di kita tidak ada (tidak terdaftar), berarti mereka tidak memiliki izin. Dan, kita memang tidak menerbitkan Persetujuan Tanda Daftar Usaha Pariwisata untuk usaha Spa di wilayah Kecamatan Panongan,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE