oleh

Eksodus Orang-orang Tionghoa Membawa Peradaban Baru di Lasem

LENSAPENA | Lasem adalah salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang memiliki kekayaan wisata, yaitu cagar budaya dengan sejarah yang cukup unik di tanah Jawa. Diantaranya adalah perkampungan Tionghoa, serta beberapa bangunan kuno seperti klenteng dan lain sebagainya.

Menurut Sejarawan Lasem, Edi Winarno, keberadaan masyarakat Tionghoa yang hingga saat ini masih ada, bahkan sudah menjadi salah satu bagian dari penduduk wilayah tersebut, ternyata sudah ada sejak 230 sebelum masehi (SM). Edi juga menyebutkan, sudah berkali-kali terjadi migrasi masuknya warga Tionghoa dari daratan Cina yang masuk ke Lasem.

Pada abad XI misalnya, ketika terjadinya perang Singosari. Beberapa anggota tentara dari ekspedisi Kubilai Khan dari Tiongkok yang pada waktu itu datang akan menghukum Raja Singosari Kertanegara, ini tidak pulang kembali ke negaranya, dan hidup beranak pinak di daerah tersebut.

Selanjutnya adalah pada tahun 1413, yaitu beberapa anak buah Cheng Ho yang melakukan ekspedisi yang juga tidak pulang ke Tiongkok. Mereka mendarat di Lasem di bawah pipinan Bi Nang Un. Dan, pada tahun 1600-an juga terjadi eksodus yang sangat luar biasa, dimana banyak perantau dari Cina yang datang ke Lasem.

“Para sejarawan kan biasanya menyebut pada abad ke-15. Tetapi di buku-buku lama, seperti buku “Asal Usul Wong Jowo” disebutkan bahwa pada tahun 230 sebelum masehi sudah ada para imigran dari Yunan datang ke Gunung Kendeng. Mereka mendarat di sekitar Tanjung sari, Kecamatan Kragan yang sekarang terkenal dengan peninggalan megalitikum. Itu diyakini oleh para arkeologi, artinya dari penelitian di situ, mereka adalah nalayan unggul yang beretnis Austronesia, dan diyakini dari daratan Asia yang datang ke situ,” papar Edi Winarno beberapa waktu lalu.

Namun demikian, kata Edi Winarno, yang paling terkenal masuknya warga Tionghoa di Lasem ini adalah pada sekitar tahun 1413, ketika ekspedisi Cheng Ho memasuki wilayah Jawa. Karena, menurut Edi, anak buah Cheng Ho yang saat itu mendarat di Teluk Regol, atau sekarang dikenal sebagai Laut Bonang ini, membawa peradaban baru. Mereka membawa kesenian, seperti seni tari, seni batik, termasuk mengenalkan agama Islam.

“Pada saat itu juga diyakini Cheng Ho sempat membikin masjid di Lasem. Karena meskipun Cheng Ho ini ekspedisi Kaisar Yungle dari Tiongkok, tetapi memang membawa misi Islam. Dan, bebarapa penulis yang menulis tentang ekspedisi Cheng Ho juga mengatakan, ia membuat masjid di beberapa daerah seperti Palembang, Jakarta dan di Lasem,” katanya.

Hingga saat ini, kata Edi, warga Cina Lasem atau komunitas masyarakat Tionghoa yang ada di wilayah tersebut adalah warga peranakan, atau hasil perkawinan dengan masyarakat lokal. Sehingga, tidak heran, kalau warga Cina Lasem, atau peranakan Tionghoa Lasem ini kulitnya kehitam-hitaman, seperti masyarakat lokal.

Salah seorang tokoh masyarakat Tionghoa Lasem, Sie Hwie Djan, hingga saat ini kehidupan masyarakat Tionghoa peranakan di Lasem dengan warga lokal hidup rukun berdampingan. Jadi tidak heran, jika di lingkungan perumahan orang-orang Tionghoa Lasem banyak terdapat pondok pesantren.

Bahkan, kata pria yang akrab dipanggil Pak Gandor ini, kerukunan antaraorang-orang Tionghoa di Lasem dan para santri serta warga lokal, pernah dibuktikan ketika terjadi Perang Kuning pada 1741-1743 di wilayah tersebut. Dalam perang tersebut, para tokoh Tionghoa Lasem seperti Oei Eng Kiat alias Tumenggung Widyaningrat bersama-sama dengan tokoh lokal Jawa Lasem Raden Panji Margono serta tokoh Ulama Lasem Kyai Ali Badawi bersama-sama dalam satu barusan melawan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Untuk mengenang peristiwa tersebut, serta menghormati warga Jawa Lasem yang disebut-sebut sebagai saudara tua orang-orang Tionghoa Lasem, patung Raden Panji Margono dipasang di salah satu altar di Klenteng Gie Yong Bio, Desa Bagan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update