oleh

Konsumsi untuk Warga Antre KTP, Pelaku UKM Berharap Belanjanya di Stand Pameran

LENSAPENA | Pasca pindahnya stand pelayanan KTP Elektronik atau E-KTP dari stand pameran ke Gedung Usaha Daerah (GUD), diharapkan oleh pelaku UKM yang membuka stand di pameran, tidak mengurangi rezeki dan pendapatan mereka.

Salah seorang pelaku UKM yang membuka stand tepat berdekatan dengan stand pembuatan E-KTP yang dipindahkan ke GUD, Suryati, mengaku menjadi sepi, karena tidak ada daya tarik. Terlebih tempatnya berada di pojokan yang jauh dari tempat hiburan dan wahana permainan.

“Buat narik trafick di ujung sana (lokasi sekitar bekas stand E-KTP), harus dipikirkan juga oleh panitia dibikin keramaian. Karena, sekarang ini yang menarik trafic itu di panggung hiburan, dan tempat permainan, serta pembuatan akte di sana. Nah, yang di ujung sini, bekasnya E-KTP, wasalam dach kalau enggak ada daya tarik,” keluh Suryati kepada lensapena.id.

Dia juga mengungkapkan, terkait konsumsi untuk warga yang mengantri di Disdukcapil, diharapkan bisa dibeli dari stand-stand pameran yang digelar oleh pelaku UKM. Hal ini, menurut Suryati, untuk memberdayakan para pelaku UKM supaya lebih berkembang.

“Kalau misalnya enggak dari UKM, waduh, sedih juga sih. Karena, setelah dipindahin itu menjadi sepi, terus sore diguyur hujan. Coba, gimana UKM mau naik kelas,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan release yang dikirim oleh Bidang Komunikasi dan Informasi pada Dinas Kominfo, Rabu 25 Desember 2019 malam, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memberikan klarivikasi soal pemindahan stand tersebut.

“Stand KTP di lokasi HUT ini dipindahkan ke kantor catatan sipil ya agar lebih punya ruang buat masyarakat yang menunggu panggilan dan antrian untuk pembuatan KTP-nya. Di Kantor Catatan Sipil lebih aman, lebih nyaman, dan juga lebih luas,” Kata Zaki.

Diberitakan sebelumya, dipindahnya lokasi stand pelayanan E-KTP ke GUD tersebut setelah terjadi insiden warga ricuh saat mengantri dalam pembuatan E-KTP.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE