oleh

Miris, Jurnalis Diintimidasi oleh Gerombolan Oknum Ormas di Tangsel

LENSAPENA | Lagi, kekerasan dan intimidasi terhadap Jurnalis terjadi. Kali, menimpa Eka Huda Rizky, salah seorang reporter media online yang bertugas di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pelakunya adalah segerombolan oknum yang diduga Ormas Forum Betawi Rempug (FBR).

Aksi ngawur para terduga pelaku ini bermula ketika Eka sedang melakukan peliputan di lingkungan Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangsel, Jalan Maruga, Serua, Ciputat pada Selasa 3 Desember 2019. Saat itu, Eka yang masih berada di Masjid Masjid I’tishom di lingkup Gedung Pemkot Tangsel melihat keramaian segerombolan massa yang diduga Ormas FBR mendatangi Kantor Walikota Tangsel. Dari situ lah, spontan dirinya bergerak untuk meliput. Namun ketika ia berada di antara para gerombolan oknum Ormas tersebut, mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan.

“Kejadian awal penasaran ada apa rame-rame ke dalam Pemkot Tangsel, posisi saya lagi ada di Masjid I’tishom, Ciputat, Tangsel. Sebagai wartawan saya reflek datangin itu massa, ketika saya deketin, saya kalungin ID Card, berharap biar bisa liputan emang karena itu tugas saya. Pas baru pengen ambil foto tuh, ada orang teriak, Woyy! Ngapain lu foto-foto, kata seorang anggota FBR sambil deketin saya. Lo gerombolan Satpol PP ya?” Jelas Eka menirukan perkataan kasar dari oknum FBR saat dimintai keterangan.

Selanjutnya, Eka menjelaskan, dalam keadaan suasana panik dirinya mengaku dari media ingin meliput, namun hal itu diabaikan, dan mereka melakukan intimidasi bahkan terjadi kontak fisik dengan melintir tangan saat merebut Hanphone (HP).

“Saya jawab saya dari media, ingin meliput. Eh, dia nyamperin saya ramean, sambil bilang apus gak foto lu! Digituin saya bang, padahal saya belum sempat foto. Bohong lu!! coba liat HP loh, saya kasih kan. Tangan kanan saya agak dipelintir,” terang Eka.

“Kemudian ada salah satu anggota FBR cewek nyelamatin, sama dua orang dibawa ke tempat yang aman. Pas diamanin, saya tetep dikejar sama segerombolan dan ditarik-tarik tangan saya sampe ada bekas luka cakar,” tambahnya.

Mengetahui kejadian itu, Direktur perusahaan media Kabar6.com tempat dia bekerja, Sukardin, tidak terima dengan perlakuan oknum gerombolan Ormas tersebut terhadap wartawannya itu. Bahkan, pihaknya akan membawa tindakan ini ke ranah hukum, dan sedang proses pelaporan ke Polres Tangerang Selatan.

“Ini termasuk tindakan premanisme, jadi wartawan kita sudah mengakui kalau dia wartawan dan ingin meliput, tapi masih dianiaya, dia disangka Satpol PP. Di sini masuk deliknya, karena tadi ada ancaman hapus foto, itu kena pasal 18 ayat 1 undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang menghalangi tugas jurnalistik, di mana diatur terjerat pidana kurungan selama 2 tahun denda maksimal 500 juta, dan yang kedua kena Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Saat ini masih dalam proses melakukan pelaporan,” paparnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE