oleh

Nasi Jangkrik, Kuliner Favorit dan Kesukaan Sunan Kudus

LENSAPENA | Pernah mendengar istilah nasi jangkrik, atau, malah sudah pernah mencicipinya? Nasi jangkrik bukanlah kuliner ekstrim yang campuran nasinya menggunakan serangga jangkrik.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa nasi jangkrik ini bermula dari salah satu murid Sunan Kudus yang bernama Mbah Telingsing. Suatu hari, ada sebuah pertemuan di Tajug Menara Masjid Kudus. Pertemuan itu digelar oleh Sunan Kudus, di mana diantaranya terdapat juga Mbah Telingsing. Pada acara tersebut disuguhkan lah makanan berupa nasi yang dibungkus daun jati dengan aneka lauk pauk daging kerbau.

Karena saking enaknya, pada saat memakan nasi tersebut Mbah Telingsing berucap “Jangkrik, enak tenan”! Dari situlah, istilah sebutan jangkrik ini menjadi sangat populer. Sehingga, makanan yang awalnya dimasak oleh isteri Sunan Kudus, dan sangat lezat tersebut populer hingga sekarang dengan sebutan nasi jangkrik. Sebutan jangkrik sendiri bermaksud sebagai pengganti kalimat “luar biasa” dalam istilah Jawa ala Mbah Telingsing.

Racikan nasi jangkrik ini juga merupakan makanan kesukaan Sunan Kudus. Nasi jangkrip juga kerap disuguhkan pada acara-acara ritual tertentu. Nasi jangkrik juga di percaya akan membawa berkah bagi yang memakannya. Maka tak heran jika orang rela menunggu antrian panjang untuk mendapatkan nasi tersebut disaat pembagian nasi yang hanya diadakan pada acara ritual tertentu di daerah Kudus.

Namun, saat ini nasi jangkrik juga dijajakan di beberpa tempat di wilayah Kota Kudus. Penyajiannya hampir mirip dengan nasi kucing. Hanya saja isi dan daunnya pembungkusnya yang berbeda, yaitu berisi lauk daging kerbau dan dibungkus mengunakan daun jati.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update