oleh

Pameran IKM HUT Kabupaten Tangerang, Bagaimana dengan Dinas Indag?

Bupati Tangerang, Bapak Ahmed Zaki Iskandar, berkeinginan agar Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-76, yang merupakan kali terakhir digelar setiap 27 Desember, menjadi momen yang spesial. Meskipun dikatakan Bupati bahwa tidak ada anggaran dari APBD secara khusus dalam perhelatan tersebut, namun kegitan yang mulai 2020 mendatang akan dialihkan di setiap tanggal 13 Oktober itu, sukses dan meriah.

Salah satu kegiatan yang akan dihelat adalah pameran/bazar UMKM dan IKM. Dalam ajang ini, saat menggelar jumpa pers dengan wartawan di Ruang Wareng, Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu, Bupati menyebut akan menyuguhkan produk unggulan daerah.

Melihat pernyataan ini, sebagai salah satu penggerak IKM di bidang alas kaki, Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), sangat mengapresiasi gagasan cerdas tersebut. Karena, ini akan memotivasi produsen peralas kakian lokal yang selama ini membutuhkan banyak ruang untuk memajukan usahanya, tidak hanya di tingkat lokal saja, tapi juga nasional.

Terkait event pestanya masyarakat Kabupaten Tangerang ini, melalui komunikasi WhatsApp, Pak Bupati Tangerang mendorong agar pelaku usaha alas kaki di APTA untuk membuka stand dalam ajang yang juga akan dimeriahkan oleh gemerlap artis ibu kota tersebut.

Rabu, 18 Desember 2019, APTA menghubungi Event Organizer (EO) yang menggarap pameran/bazar UMKM dan IKM tersebut, bermaksud untuk berkomunikasi agar mendapatkan informasi soal stand tersebut. Namun diarahkan ke salah satu Kepala Bidang (Kabid) pada Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang.

Apa jawabnya? Ternyata diarahkan lagi ke EO-nya. Ahay, seperti bola!

Tidak mendapatkan jawaban yang spesifik. Tidak pula ada narasi soal apa dan bagaimana konsep yang akan diusung dalam pameran yang diharapkan bupati menjadi media promosi untuk para pelaku UMKM dan IKM agar tersebut.

Dan, yang lebih mengagetkan ketika sang Kabid mengatakan bahwa seluruh pelaku IKM peralas kakian diajak dalam perhelatan tersebut.

“Semua alas kaki kamai ajakin loh, ya? Bukan hanya APTA, monggo!” Katanya.

Saya tidak tahu, lewat siapa Kabid menginformasikan adanya ajakan terhadap APTA dalam perhelatan tersebut. Karena, sebagai Ketua APTA saya justru mendapat informasi dan arahan dari Pak Bupati. Tidak mendapatkan informasi secuil pun soal pameran tersebut dari Disperindag, apalagi Kabid yang mengatakan semua pelaku usaha alas kaki diajakin tersebut. Kok, jadi seperti ngarang begini?

Wah, jangan-jangan, laporan ke pimpinan semua IKM udah diakomudir! Padahal mah…

Saya hanya sedikit memberikan kritik bahwa kinerja Kabid yang satu ini, perlu dipertanyakan. Saya juga tidak tahu, Kabid ini pura-pura tidak tahu, atau memang tidak tahu sama sekali?

Nah, kalau tidak tahu sama sekali, berarti selama ini tidak bekerja dengan baik dalam soal pembinaan kepada para pelaki IKM yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Saya curiga, jangan-jangan si Kabid juga tidak punya data berapa banyak pelaku IKM di Kabupaten Tangerang. Atau, malah selalu memakai data yang lama setiap kali bikin laporan dan kegiatan. Kalau demikian, bisa dipastikan, IKM binaanya pasti yang itu-itu saja, alias L4, lo lagi lo lagi (meminjam istilah Ketua Forsamik Kabupaten Tangerang).

Saya hanya berharap agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kabupaten Tangerang bisa melihat secara luas bahwa pelaku IKM di Kabupaten Tangerang bukan yang itu-itu saja. Tapi ada ratusan, bahkan hampir ribuan, dan mereka semua membutuhkan campurtangan dari pemerintah. Dinas Indag harus bisa menjadi mediator pemerintah dalam membangun perekonomian melalui sektor ini. Agar, harapan Pemkab Tangerang menjadi Kabupaten Tangerang yang lebih gemiang bukan hanya cerita, tapi menjadi sebuah rasa.

Penulis: Widi Hatmoko
Ketua Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA)

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update