oleh

PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Gelar Seminar “Saatnya Ibu-ibu Berdikari”

LENSAPENA | Peringati Hari Ibu, Mingggu 22 Desember 2019, ratusan ibu-ibu di Kabupaten Tangerang mengikuti seminar tentang kesehatan dan bagaimana cara mendapatkan uang tambahan secara online tanpa harus pergi kemana-mana. Kegiatan dengan tajuk “Saatnya Ibu-ibu Berdikari” ini digelar oleh Dewan pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang.

Menurut Ketua DPC PDIP Kabupaten Tangerang H. Irvansyah, kegiatan ini dihelat agar ibu ibu di Kabupaten Tangerang dapat menunjang ekonomi keluarga melalui aplikasi telepon selular (Hanphone) yang dimilikinya.

“Ini era teknologi 4.0, sudah saatnya ibu-ibu juga bisa ambil bagian menjadi perempuan yang cerdas dan tidak gagap teknologi. Sengaja juga kami mengundang pakar pebisnis online Rahmawati Dzaelani pendiri IT Cermat untuk menularkan ilmu dan pengalamannya kepada ibu-ibu di Kabupaten Tangerang. Rahmawati Dazelani adalah pakar yang membangun satu juta pebisnis online,” ujar H Irvansyah kepada wartawan.

Selain diajarkan untuk belajar mencari duit lewat aplikasi online, kata Irvansyah, ibu-ibu juga diberi pencerahan soal stunting (gizi buruk) oleh pakar gizi dr Dedyanto Hengky Saputra, serta tentang penularan penyakit HIV AIDS dari Dinkes Kabupaten Tangerang.

Menurut Irvansyah, ibu adalah garda terdepan dalam mempersiapkan generasi penerus yang sehat dan cerdas. Berlatar belakang itu lah, kata Irvansyah, sebagai salah satu stakehoulder Kabupaten Tangerang, PDI Perjuangan ikut bertanggung jawab atas kelahiran generasi penerus yang sehat dan cerdas. Karena itu ibu-ibu perlu diberi pencerahan soal stunting dan penularan HIV AIDS yang sangat berpengaruh terhadap lahirnya generasi yang sehat dan cerdas.

Sementara itu Rahmawati Dzaelani yang juga sebagai Kader PDI Perjuangan merasa terpanggil untuk dapat berbagi ilmu serta pengalamannya dalam melahirkan Satu Juta Pebisnis Online. Ibu adalah tulang punggung keluarga, di tangan ibu juga keluarga yang sehat dan sejahtera dapat tercipta.

“Saya akan mendorong potensi yang dimiliki masing-masing ibu untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis online yang dapat menghasilkan uang tanpa mengganggu tugasnya dalam mengatur rumah tangga. Ibu harus dapat pandai menggunakan aplikasi atau media sosial tidak hanya sekadar berselfi ria dan membuat berita hoax saja,” tutur Rahmawati.

Aplikasi Medsos seperti Facebook, Instagram dan Twiter, kata Rahmawati, dapat dimanfaatkan untuk berbisnis. Misalnya memasarkan kuliner yang dibuat oleh ibu-ibu, atau bahkan dengan membuat chanel di Youtube ibu-ibu dapat mendemonstrasikan membuat kuliner tertentu di akun youtube miliknya.

“Semakin banyak orang mengklik akun youtube miliknya maka semakin banyak ibu tersebut mendapat uang dari pengelola youtube. Itu salah satu contohnya,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

News Update