oleh

Sayur Besan Khas Betawi, Simbol Keakraban dengan Orang Tua Menantu

LENSAPENA | Besan adalah sebutan untuk orang tua dari menantu, baik menantu laki-laki maupun perempuan. Itu artinya, besan ini ada karena hubungan keluarga antara dua orang tua yang terjadi karena anak mereka kawin alias menikah.

Nah, bicara soal besan, di adat Betawi memiliki tradisi unik yang hingga saat ini masih masih tetap dilestarikan dan menjadi salah satu kearifan lokal daerah tersebut, yaitu sayur besan. Disebut sayur besan karena merupakan menu wajib dan tergolong istimewa di acara pernikahan adat Betawi. Sayur besan sering disajikan saat acara pernikahan atau pertemuan antar besan. Menu ini melambangkan penghormatan terhadap orang tua mempelai.

Pada masyarakat Betawi tradisional, orang tua pengantin pria baru boleh berkunjung ke rumah orang tua pengantin wanita setelah pesta pernikahan selesai. Keluarga dari pihak lelaki akan membawa sayur besan untuk diberikan kepada keluarga si perempuan.

Begitu pada saat setelah akad nikah, yaitu ketika rombongan dari pihak lelaki kembali ke rumah. Pihak perempuan biasanya membekali mereka dengan bermacam-macam hidangan, seperti ayam bekakak, pesmol, semur daging, serundeng, opor ayam, ketan kuning, kue talam udang, pepe, dan bugis.

Bahan utama sayur besan ini adalah terubuk atau dalam bahasa Latin Saccharum Edule Hasskarl. Walaupun termasuk jenis bunga, bentuknya sama dengan tanaman tebu, yaitu memiliki batang yang beruas-ruas dan warna batangnya hijau kemerahan. Bunganya tertutup kulit dan bagian dalamnya yang lonjong putih berbutir-butir seperti telur ikan.

Terubuk dikenal juga dengan nama telur tebu. Di beberapa daerah seperti Jawa Barat, terubuk dikenal dengan nama tiwu endog atau terubus. Sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan tebu endog atau tebu terubuk. Disebut endog atau telur karena bagian tanaman ini yang dimakan memiliki tekstur yang mirip dengan telur ikan.

Sayur besan sendiri merupkan masakan berkuah santan. Selain terubuk, dalam sayur besan ini kentang, soun atau bihun, petai, dan ebi. Warnanya cenderung kekuningan, tetapi berbeda dengan kari. Ditambahan dengan ebi atau terasi, membuat kuah sajian ini memiliki rasa yang mirip laksa Betawi.

Begitu juga dengan petai yang menjadi campuran kuah sayur besan. Petai ini bisa memberi aroma khas dan menggugah selera makan. Kunci kelezatan sayur besan terdapat pada kuah dan tekstur sayur terubuk. Jika dimasak dengan benar, rasanya akan gurih.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update