oleh

“Sendal Gede Jasa” Buat Rebutan Foto dan Selfie di Event Karnaval Budaya

LENSAPENA | Karnaval Budaya dalam rangka Peringatan HUT Kabupaten Tangerang ke-76 yang digelar di Area Puspemkab Tangerang, Kamis 26 Desember 2019, berlangsung meriah. Berbagai kreativitas seni dan budaya serta ke-khasan masing-masing kecamatan di daerah tersebut, muncul.

Tak hanya itu saja, para komunitas sepeda ontel, motor serta vespa pun turut meramaikan berhelatan bertajuk Gemilng Tangerang Festivak tersebut. Bahkan, para pencinta reptil juga tampil membawa satwa piaraannya: ular, biawak, dan lain sebagainya.

Dari ratusan peserta yang tampil dalam karnaval tersebut, ada satu icon yang mencuri perhatian publik, yaitu sandal berukuran raksasa. Sandal bertuliskan TRIGLAV ini dibawa oleh sebuah mobil sedan dari komunitas perajin TRIGLAV dan Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA). Melihat “Sendal Gede Jasa” tersebut, warga pun berebut ingin mengabadikan dengan berselfie, serta berfoto ria. Beberapa camat dan pejabat Pemkab Tangerang pun, tidak mau ketinggalan. Camat Kelapa Dua, Prima Sarah Puspa, misalnya, ia berfoto dengan “Sendal Gede Jasa” bermerek TRIGLAV tersebut.

“Keren, kreatif. Saya juga mau ikut foto,” ujar Prima Sarah Puspa.

Para peserta karnaval pun, ramai-ramai berfoto dan memvideokan replika sandal yang besarnya tidak kira-kira tersebut.

“Wah, gedek banget sandalnya. Siapa itu yang pakai?” Tanya Didin, salah seorang peserta karnaval yang juga ikut memvideokan sandal tersebut dengan nada bercanda.

Haji Toni, Wakil Ketua APTA yang juga sesepuh Komunitas TRIGLAV, menjelaskan, sandal berukuran tak biasa itu sengaja dibuat oleh rekan-rekannnya di TRIGLAV untuk tampil pada karnaval dalam rangka HUT Kabupaten Tangerang. Ia juga mengatakan bahwa TRIGLAV merupakan produk sendal gunung karya pengrajin alas kaki di Tangerang.

“Ini produk asli pengrajin Tangerang, merek lokal,” ujar Haji Toni.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), Widi Hatmoko, menambahkan jika perajin sandal TRIGLAV ini sebagian adalah anggota APTA. Menurut Widi, pembuatan sandal super jumbo ini sengaja ditampilkan dalam karnaval budaya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Tangerang punya produk sandal kebanggaan, yaitu TRIGLAV.

Widi juga mengajak masyarakat untuk menggunakan produk alas kaki lokal. Karena menurut Widi, dengan membeli dan menggunakan produk alas kaki lokal, berarti telah mendukung perekonomian ekonomi masyarakat, serta ikut mengatasi persoalan pengangguran.

“Kalau kita punya produk lokal, tak perlu beli yang impor. Karena, membeli impor juga nantinya bakal jadi sampah, dan malah menambah sampah di Indonesia,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE