oleh

Soal Sampah Industri dan RT di Kabupaten Tangerang, Ini Tanggapan DLHK

LENSAPENA | Sampah, baik sampah industri maupun rumah tangga (RT) masih menjadi persoalan yang cukup krusial di Kabupaten Tangerang. Hal ini seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang berdampak pada semakin banyaknya aktivitas rumah tangga. Begitu pula, sebagai daerah industri, tak dipungkiri, aktivitas usaha yang kian hari kian produktif, tak sedikit menyumbangkan sampah di daerah berjuluk Kota Seribu Pabrik tersebut.

Belum lagi kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam menjaga lingkungan, membuang sampah sembarangan. Hal ini menambah semakin rumitnya persoalan sampah di daerah ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ahmad Teufik, mengakui bahwa dalam mengurai persoalan sampah bukan lah hal yang mudah. Butuh eduksi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Tak hanya itu saja, terbatasnya armada serta SDM atau personil juga menjadi salah satu kendala untuk mengurai persoalan tersebut.

“Saya akui, banyak keterbatasan, terutama dari sisi jumlah personil, kedua soal armada. Seluas Kabupaten Tangerang dengan armada 200, itu jauh. Kalau kita bagi untuk 29 kecamatan, itu akan kebagian berapa? Apalagi kalau bicara wilayah-wilayah permukiman yang padat, baik wilayah industri atau perumahan!” Ujar Ahmad Taufik kepada lensapena.id di ruang kerjanya, Senin 9 Desember 2019.

Menanggapi soal adanya pelaku industri yang membuang sampah di tempat-tempat ilegal, Taufik mengaku, DLHK akan membentuk tim untuk mengurai persoalan tersebut. Terlebih terhadap pelaku industri yang melakukan pembuangan dan pembakaran sampah sembarangan serta berpotensi merusak lingkungan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas: memberikan teguran, peringatan, bahkan akan menutup tempat-tempat pembuangan dan pembakaran sampah ilegal tersebut.

“Kita nanti akan cek lagi, kalau masih ada, akan kita tutup!” Tegasnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris DLHK Kabupaten Tangerang, Budi Hunaedi, menambahkan bahwa terkait adanya pelaku industri yang melakukan pembuangan dan pembakaran sampah di tempat ilegal, pihaknya pernah menemukan beberapa bulan lalu. Terkait hal ini pula, DLHK sudah memberikan teguran. Bahkan, telah memanggil orang-orang yang diduga menjadi fasilitator praktik perusakan lingkungan tersebut, dan memberikannya peringatan untuk tidak mengulangi kembali.

Pun demikian, kata Budi, jika praktik pembuangan sampah dan pembakaran liar masih ditemukan di tempat yang sama, pihaknya akan mengambil tindakan tegas, menutup tempat tersebut.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE