oleh

Waspadai Banjir Jelang dan Puncak Musim Hujan

LENSAPENA | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan bergeser dari semula Januari-Februari menjadi Februari-Maret 2020 mendatang. Pun demikian masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Karena, potensi timbulnya banjir sewaktu-waktu bisa saja mengancam.

Menurut Deputi Klimatologi BMKG Adi Ripaldi, potensi banjir tidak hanya dilihat dari sisi curah hujannya saja tetapi beberapa faktor lainnya. Apalagi, kata Adi Ripaldi, wilayah-wilayah berpotensi banjir banyak terdapat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

“Kewaspadaan kita di periode musim hujan, kita harus waspada terutama puncak musim hujan untuk Jawa-Bali didominasi warna biru, artinya kita menghadapi puncak musim hujan di periode Februari-Maret,” ujar Deputi Klimatologi BMKG Adi Ripaldi dalam konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.

Meskipun BMKG telah memprediksi puncak musim hujan bergeser dari semula Januari-Februari menjadi Februari-Maret 2020, kata Adi, puncak musim hujan telah terjadi di wilayah Sumatera pada November ini. Jadi tak heran jika bencana banjir dan longsor seperti yang terjadi di Agam dan Solok Selatan sudah terjadi.

Namun demikian, lanjut Adi, untuk daerah-daerah di Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, puncak musim hujan diprediksi terjadi sekitar Februari-Maret. Meskipun di wilayah ini belum ada potensi, menurut Adi, masyarakat diminta untuk tetapi waspada.

“Kewaspadaan menghadapi bencana ini tidak hanya di periode Maret tapi di periode musim hujan maupun di masa transisi seperti sekarang pun perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas tinggi dan durasi singkat juga sangat berbahaya di beberapa wilayah kita,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update