oleh

Korban Banjir Teluknaga Butuh Air Bersih, Logistik dan Tabung Gas

LENSAPENA | Warga korban banjir akibat hujan deras dan jebolnya tanggul Sungai CIsadane di di Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang sudah banyak yang kembali dari pengungsian. Namun, mereka masih banyak yang kebingungan dalam mendapatkan logistik (makanan), serta peralatan dan bahan untuk memasak, termasuk tabung gas. Karena tidak memiliki uang untuk membelinya.

Salah seorang warga RT 02/02, Kampung Kebon Nangka, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Elia (35), mengungkapkan bahwa dirinya dengan beberapa warga yang lain belum mendapatkan bantuan apa pun kecuali makanan. Itu pun harus berebut. Padahal kondisi rumahnya juga ikut tenggelam akibat banjir. Bahkan perabotan serta uang dan stok makanan seperti beras dan lain sebagainya, ikut hanyut terbawa air.

“Bantuannya baru makan doang, itu pun harus diminta. Bantuan yang lain belum ada. Kita minta, jangan hanya di Posko saja, perhatiin juga yang di dalam,” ujar Elia kepada lensapena, Minggu 5 Januari 2020.

Ia juga mengungkakan, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah sarana air bersih, tabung gas untuk memasak, serta bahan untuk memasak seperti beras dan lain sebagainya. Karena, kata Elia, pasca banjir yang terjadi sejak 1 Januari 2020 tersebut, banyak harta benda serta stok logistik yang hanyut terbawa banjir.

“Sanyo pada mati, kalau bisa mah dikirim tabung gas, sekalian sama regulatornya, sama beras. Karena mau belanja juga kan duit pada anyut. Yang penting itu dulu dach, kalau yang lainnya mah gampang,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Naman (50). Meskipun ia sudah kembali dari pengungsian, namun belum bisa beraktivitas dengan normal. Karena harus membersihkan rumah serta halamannya dari lumpur dan sampah sisa banjir. Naman juga minta bantuan beras serta tabung gas, dan sarana air bersih. Karena, saran memasak menggunakan peralatan elektronik, tidak bisa, lantaran rusak dan sebagian hanyut terbawa bandang.

“Pokoknya, yang paling penting itu, tabung gas, beras sama air bersih. Karena, kita enggak bisa masak. Bantuan makanan juga kalau enggak cepat kita enggak kebagian,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Teluknaga, Ajie Sutikna, mengaku pihaknya masih terus melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi persoalan pasca banjir yang berada di wilayahnya. Ajie Sutikna, atau lebih akrab dipanggil Atik ini juga mengungkapkan, dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sudah ada yang datang, yaitu Sekda. Namun, saat itu tidak sampai masuk ke lokasi banjir karena kondisinya belum surut.

“Kalau Pak Bupati belum, yang sudah Pak Sekda, tapi belum masuk ke sini (lokasi rumah warga dan titik tanggul yang jebol),” tandanya.

Terkait masih adanya warga yang belum mendapatkan bantuan makanan secara merata, ia meminta agar masyarakat tetap berkoordinasi, baik dengan pihak RT dan RW, agar tidak terlewati.

Dan, pantauan lensapena.id di lokasi terdampak banjir, banyak warga yang mencuci perabotan rumah tangga dan pakaian menggunakan air banjir yang berbaur dengan sampah dan kotoran.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update